Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Kanada (unsplash.com/Praveen Kumar Nandagiri)
ilustrasi bendera Kanada (unsplash.com/Praveen Kumar Nandagiri)

Intinya sih...

  • Kanada dan China sepakat saling pangkas tarif produk

  • Kanada targetkan diversifikasi ekspor ke negara non-AS selama 10 tahun

  • Ottawa-Beijing sepakati perjanjian di berbagai bidang, termasuk energi bersih dan bahan bakar fosil

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, memuji kemitraan strategis baru dengan Beijing saat bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, pada Jumat (16/1/2026). Carney mengatakan, kedua negara dapat membangun hubungan baru yang sesuai dengan realitas global yang baru.

Menurut Carney, kemitraan Ottawa dan Beijing tidak hanya akan memperdalam hubungan bilateral, tetapi juga membantu meningkatkan sistem multilateral, yang disebutnya telah mengalami tekanan besar dalam beberapa tahun terakhir. Xi mengaku senang atas kemajuan yang dicapai kedua negara sejak memulai kembali dialog dalam beberapa bulan terakhir.

Hubungan antara Kanada dan China telah memburuk sejak 2018 setelah Ottawa menangkap Meng Wanzhou, kepala keuangan (CFO) Huawei, yang memicu penahanan balasan dari Beijing terhadap dua warga negara Kanada. Beberapa tahun kemudian, Negeri Tirai Bambu dituduh mengintervensi pemilu Kanada, serta kedua negara saling mengenakan tarif ekspor, mengutip The Guardian.

Carney berupaya memperbaiki hubungan dengan Beijing untuk mengurangi ketergantungan kepada AS, setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif barang-barang Kanada secara signifikan. Kunjungannya menggarisbawahi ketegangan perang dagang Ottawa-Washington dan kebutuhan mendesak untuk memperluas ekspor guna mengimbangi tekanan ekonomi akibat tarif.

1. Kanada-China sepakat saling pangkas tarif

Carney mengumumkan hasil kesepakatan awal dengan Xi untuk mengurangi tarif produk dari kedua negara. Ottawa setuju untuk memangkas tarif 100 persen untuk mobil listrik China sebagai imbalan atas penurunan tarif untuk produk pertanian Kanada.

"Pada tanggal 1 Maret, Kanada berharap China akan menurunkan tarif untuk benih canola Kanada. Tarif gabungan sekitar 15 persen, perubahan ini merupakan penurunan signifikan dari tingkat tarif gabungan saat ini sebesar 84 persen," bunyi pernyataan Carney, dikutip dari Deutsche Welle.

Carney menambahkan, pihaknya telah setuju untuk mengizinkan hingga 49 ribu kendaraan listrik (EV) China masuk ke negaranya, dengan menerapkan tarif yang paling disukai sebesar 6,1 persen. Pemimpin Kanada itu menjelaskan, tingkat tarif tersebut merupakan pengembalian ke tingkat sebelum gesekan perdagangan kedua negara.

2. Kanada targetkan diversifikasi ekspor ke negara non-AS selama 10 tahun

Tekanan ekonomi yang dihadapi Kanada kian besar karena tarif impor yang diberlakukan Trump. Negara itu tercatat melakukan lebih dari 75 persen ekspor barangnya ke AS. Carney telah menetapkan tujuan untuk mengurangi ketergantungan tersebut dengan menggandakan ekspor ke negara lain selama 10 tahun.

"Kami akan menggandakan perdagangan non-AS selama 10 tahun ke depan. Itu berarti kami menyadari fakta bahwa lingkungan ekonomi global telah berubah secara fundamental dan bahwa Kanada harus mendiversifikasi mitra dagangnya," kata Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, dilansir Euro News.

Kanada merupakan salah satu mitra dagang utama dan sekutu terdekat AS. Namun, tindakan Trump telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Pemimpin Negeri Paman Sam itu mengutarakan retorika keras tentang menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS, yang ditentang keras Ottawa.

3. Ottawa-Beijing sepakati perjanjian di berbagai bidang

Dalam pertemuan Carney dan Xi, kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama di bidang energi bersih dan bahan bakar fosil, serta membuka kembali pembicaraan tingkat menteri yang telah terhenti selama hampir satu dekade. Selain itu, Kanada-China juga menandatangani perjanjian tambahan yang mencakup kehutanan, budaya, dan pariwisata.

Perjanjian kedua negara membuka pintu bagi Kanada untuk mengimpor lebih banyak teknologi energi bersih dari China dan meningkatkan prospek peningkatan ekspor bahan bakar fosil Ottawa ke pasar China. Hal ini sesuai dengan upaya Carney untuk menggandakan ekspor non-AS.

Carney mengatakan, keterlibatan dan kerja sama akan membentuk fondasi kemitraan strategis baru Ottawa-Beijing. Sementara itu, Xi menambahkan bahwa perkembangan hubungan kedua negara yang sehat dan stabil menjadi kepentingan bersama kedua negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team