Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Peringatkan Kanada soal Impor Mobil Listrik China

bendera AS (unsplash.com/Robert Linder)
bendera AS (unsplash.com/Robert Linder)
Intinya sih...
  • AS peringatkan dampak keputusan Kanada izinkan impor mobil listrik China.
  • Utusan dagang AS sebut keputusan Kanada soal EV China berisiko jangka panjang.
  • Kanada turunkan tarif EV China sebagai bagian diversifikasi perdagangan di tengah tekanan AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pejabat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa Kanada akan menyesali keputusannya mengizinkan impor hingga 49 ribu unit mobil listrik (EV) buatan China. Pernyataan pada Jumat (16/1/2026) tersebut, menandakan ketegangan perdagangan baru antara Washington dan Ottawa terkait kebijakan industri kendaraan energi baru.

Para pejabat AS menegaskan bahwa mobil listrik asal China tersebut tidak akan diizinkan masuk ke pasar AS, menunjukkan sikap keras pemerintahan Trump terhadap produk otomotif buatan China yang dianggap dapat mengancam industri kendaraan listrik domestik dan keamanan ekonomi nasional.

1. AS peringatkan dampak keputusan Kanada izinkan impor mobil listrik China

ilustrasi mobil listrik China buatan BYD. (unsplash.com/Michael Förtsch)
ilustrasi mobil listrik China buatan BYD. (unsplash.com/Michael Förtsch)

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyampaikan peringatan keras kepada Kanada terkait keputusan membuka pasar bagi mobil listrik buatan China, dalam sebuah acara bersama pejabat pemerintah AS di pabrik Ford, Ohio, pada Jumat (16/1/2026). Acara tersebut digelar untuk mempromosikan upaya pemerintahan Trump menjadikan kendaraan listrik lebih terjangkau dan berdaya saing tinggi di dalam negeri.

Duffy menilai langkah Kanada akan membawa dampak negatif dalam jangka panjang, terutama terhadap industri otomotif Amerika Utara.

“Saya yakin mereka akan menyesali keputusan ini di masa depan karena telah mengizinkan mobil-mobil China masuk ke pasar mereka,” ujar Duffy, dikutip Al Jazeera.

2. Utusan dagang AS sebut keputusan Kanada soal EV China berisiko jangka panjang

Ilustrasi Bendera AS (freepik.com/wirestock)
Ilustrasi Bendera AS (freepik.com/wirestock)

Utusan Dagang AS, Jamieson Greer, menilai keputusan Kanada mengizinkan impor EV buatan China sebagai langkah yang bermasalah dan berisiko jangka panjang, terutama terhadap kesepakatan tarif pertanian dan hubungan perdagangan regional.

Greer menjelaskan bahwa tarif tinggi di AS diberlakukan untuk melindungi pekerja otomotif nasional dari gelombang kendaraan impor China. Selain faktor ekonomi, regulasi keamanan siber kendaraan yang diterapkan AS sejak awal tahun juga menjadi penghalang utama bagi EV China untuk masuk ke pasar Amerika.

“Menurut saya, ini adalah kebijakan yang bermasalah bagi Kanada. Ada alasan mengapa tidak banyak mobil China dijual di AS. Kami memiliki tarif untuk melindungi pekerja otomotif dan konsumen dari kendaraan tersebut,” ujar Greer, dikutip CTV News.

Ia menambahkan bahwa aturan mengenai konektivitas internet dan sistem navigasi kendaraan yang berlaku sejak Januari 2026 semakin mempersempit peluang mobil listrik China untuk dapat menembus pasar AS.

3. Kanada turunkan tarif EV China sebagai bagian diversifikasi perdagangan di tengah tekanan AS

ilustrasi bendera Kanada (commons.wikimedia.org/Dietmar Rabich)
ilustrasi bendera Kanada (commons.wikimedia.org/Dietmar Rabich)

Kanada sebelumnya menerapkan tarif impor 100 persen terhadap mobil listrik asal China sejak 2024, mengikuti kebijakan perlindungan pasar yang diberlakukan oleh AS. Namun, dalam kesepakatan dagang baru dengan China, pemerintah Kanada menurunkan tarif menjadi 6,1 persen untuk 49 ribu unit pertama per tahun.

Perubahan kebijakan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, di Beijing pada pekan lalu, sebagai bagian dari strategi diversifikasi perdagangan guna mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap AS, di tengah meningkatnya risiko perang dagang antara AS dan China.

Menanggapi kebijakan tersebut, Utusan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa langkah Kanada tidak akan mengganggu pasokan mobil Amerika ke pasar Kanada.

“Mobil-mobil itu menuju Kanada, bukan masuk ke AS, jadi tidak akan memengaruhi ekspor kami,” ujar Greer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Apindo Ungkap 3 Resep Komunikasi Publik Efektif

17 Jan 2026, 22:01 WIBBusiness