Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia tengah mencermati perkembangan terbaru di Amerika Serikat setelah pengumuman tarif impor 10 persen oleh Presiden AS serta putusan Mahkamah Agung yang membatasi kewenangan tarif eksekutif. Putrajaya menyatakan akan bertindak berdasarkan kepentingan nasional sembari menunggu kejelasan resmi dari Washington.
Malaysia Kaji Dampak Putusan MA AS dan Tarif 10 Persen Trump

1. Malaysia tunggu kejelasan dari Washington
Kementerian Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) menyatakan sedang meminta penjelasan rinci terkait ruang lingkup dan pelaksanaan tarif 10 persen yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, melansir Malay Mail. Pemerintah ingin mengetahui bagaimana kebijakan tersebut diterapkan serta apakah ada perubahan lanjutan yang akan diberlakukan.
Sikap serupa juga ditegaskan bahwa Malaysia akan mengambil langkah yang dianggap paling menguntungkan bagi negara setelah menilai dampaknya secara menyeluruh, melansir Yahoo News Malaysia.
2. Dampak putusan Mahkamah Agung AS ikut diperhitungkan
Selain tarif baru, Malaysia turut mencermati putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kewenangan darurat terkait penerapan tarif global, melansir BERNAMA. Perkembangan hukum tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan perdagangan AS ke depan.
Malaysia juga masih meninjau implikasinya terhadap Agreement on Reciprocal Trade (RTA) yang telah ditandatangani namun belum diratifikasi, dilansir The Sun Malaysia. Pemerintah menilai dinamika kebijakan di Washington perlu dipahami sebelum menentukan langkah berikutnya.
3. Hubungan dagang Malaysia–AS tetap strategis
Di tengah ketidakpastian kebijakan tarif, Amerika Serikat tetap menjadi mitra dagang utama Malaysia. Nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai sekitar RM367 miliar, dengan ekspor Malaysia sebesar RM233 miliar, melansir Malay Mail dan Yahoo News Malaysia.
Putrajaya juga menegaskan komitmennya terhadap perdagangan terbuka dan berbasis aturan internasional, sekaligus menjaga kepentingan eksportir, investor, pelaku usaha, serta tenaga kerja lokal, dilansir BERNAMA dan The Sun Malaysia.
Ke depan, pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan di Washington sambil memperkuat kerja sama regional dan multilateral agar ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika perdagangan global.