Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Andrew Mountbatten-Windsor tiba untuk menghadiri Misa Requiem, sebuah upacara pemakaman Katolik, untuk mendiang Katharine, Duchess of Kent, di Katedral Westminster di London pada 16 September 2025. (Foto: JORDAN PETTITT / POOL / AFP)
Andrew Mountbatten-Windsor tiba untuk menghadiri Misa Requiem, sebuah upacara pemakaman Katolik, untuk mendiang Katharine, Duchess of Kent, di Katedral Westminster di London pada 16 September 2025. (Foto: JORDAN PETTITT / POOL / AFP)

Intinya sih...

  • Mantan Pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor, ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran dalam jabatan publik dan hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

  • Andrew ditahan setelah enam mobil polisi tanpa tanda pengenal dan sekitar delapan petugas berpakaian preman tiba di Wood Farm di kawasan Sandringham di Inggris timur.

  • Kepolisian Thames Valley sedang menyelidiki pengaduan yang menuduh mantan Duke of York berbagi informasi rahasia terkait perannya sebagai utusan perdagangan dengan Epstein.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan pangeran Inggris, yang sekarang dikenal sebagai Andrew Mountbatten-Windsor, ditangkap pada Kamis (19/2/2026). Dia ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran dalam jabatan publik dan hubungannya dengan Jeffrey Epstein, demikian dilaporkan BBC.

Andrew, yang merupakan adik Raja Charles, ditahan setelah enam mobil polisi tanpa tanda pengenal dan sekitar delapan petugas berpakaian preman tiba di Wood Farm di kawasan Sandringham di Inggris timur, menurut laporan media.

Pernyataan resmi Kepolisian Thames Valley

“Sebagai bagian dari penyelidikan, hari ini (19/2) kami telah menangkap seorang pria berusia enam puluhan dari Norfolk atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik,” kata kepolisian Thames Valley dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan nama tersangka.

"Pria tersebut masih berada dalam tahanan polisi saat ini," lanjut pernyataan tersebut, menambahkan bahwa mereka tidak akan menyebutkan nama pria yang ditangkap tersebut.

Berita ini muncul setelah Kepolisian Thames Valley mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki pengaduan yang menuduh mantan Duke of York berbagi informasi rahasia terkait perannya sebagai utusan perdagangan dengan Epstein, seperti yang dilaporkan BBC pada 9 Februari. Pengaduan tersebut diajukan oleh kelompok anti-monarki Republic, yang melaporkan saudara Raja Charles atas "dugaan pelanggaran jabatan publik dan pelanggaran rahasia negara," kata media tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team