Founder Victoria's Secret, Les Wexner Mengaku Ditipu Epstein

- Les Wexner menyebut Epstein sebagai "penipu kelas dunia" dan mengklaim tidak mengetahui aktivitas kriminalnya.
- Anggota Partai Demokrat mempertanyakan hubungan finansial lama antara Wexner dan Epstein, serta panggilan resmi untuk memberikan keterangan di Kongres.
- Les Wexner adalah miliarder pendiri L Brands yang pernah menjadi satu-satunya klien publik yang memberikan kuasa keuangan penuh kepada Epstein.
Jakarta, IDN Times - Nama miliarder Amerika Serikat kembali jadi sorotan setelah rilis dokumen besar terkait kasus Jeffrey Epstein. Founder Victoria's Secret, Les Wexner, pengusaha asal Ohio yang pernah menjadi klien sekaligus pemberi kuasa finansial kepada Epstein, memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS.
Wexner menyebut dirinya sebagai korban penipuan. Namun, pernyataan itu langsung menuai respons keras dari sejumlah anggota Partai Demokrat yang mempertanyakan kebenarannya.
1. Wexner: Epstein adalah “penipu kelas dunia”

Melansir CNN, dalam kesaksiannya, Les Wexner menyebut Jeffrey Epstein sebagai “world-class con man” atau penipu ulung kelas dunia. Ia mengatakan hubungan profesional mereka dimulai pada era 1980-an ketika Epstein menjadi penasihat keuangannya.
Wexner mengklaim tidak pernah mengetahui aktivitas kriminal Epstein, termasuk jaringan pelecehan seksual yang kemudian terungkap. Ia juga menyatakan hanya sekali mengunjungi pulau pribadi Epstein dalam perjalanan singkat bersama keluarga, serta membantah menggunakan pesawat pribadi milik Epstein.
Menurutnya, hubungan itu berakhir setelah ia menyadari adanya penyalahgunaan kepercayaan dan dugaan penggelapan dana. Sejak pertengahan 2000-an, Wexner mengatakan sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Epstein.
2. Demokrat soroti kedekatan finansial mereka

Meski tidak didakwa melakukan tindak pidana, kesaksian Wexner dipertanyakan sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat. Mereka menilai hubungan finansial antara keduanya berlangsung lama dan bernilai sangat besar.
Epstein diketahui pernah memiliki kendali signifikan atas keuangan Wexner, termasuk aset properti mewah di New York. Beberapa legislator menyebut mustahil Epstein membangun jaringan kekuasaan dan relasi elite tanpa dukungan figur kaya dan berpengaruh seperti Wexner.
Perdebatan ini makin memanas setelah jutaan halaman dokumen dirilis Departemen Kehakiman AS. Nama Wexner muncul dalam sejumlah berkas yang sebelumnya disensor, memicu panggilan resmi untuk memberikan keterangan di Kongres.
3. Siapa Les Wexner?

Les Wexner adalah miliarder pendiri L Brands, perusahaan ritel yang pernah menaungi merek-merek besar seperti Victoria's Secret, Abercrombie & Fitch, La Senza, dan Bath and Body Works. Ia lama dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri fesyen Amerika Serikat.
Wexner sempat menjadi satu-satunya klien publik yang diketahui memberikan kuasa keuangan penuh kepada Epstein pada periode tertentu. Nilai aset yang dikelola Epstein untuknya disebut mencapai ratusan juta hingga miliaran dolar AS. Meski namanya kini kembali disorot, hingga saat ini Wexner tidak menghadapi tuntutan pidana dalam kasus Epstein.
Ketegangan politik dan pertanyaan soal siapa saja yang mengetahui atau membiarkan jaringan Epstein terus menjadi topik panas di Amerika Serikat. Kesaksian Wexner mungkin belum menjadi akhir dari rangkaian penyelidikan, terutama ketika publik masih menuntut transparansi penuh atas seluruh dokumen yang telah dibuka.


















