Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Founder Victoria's Secret, Les Wexner Mengaku Ditipu Epstein

Leslie Wexner berbicara pada upacara Penghargaan Woodrow Wilson pada 2008 (Union20 at English Wikipedia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Leslie Wexner berbicara pada upacara Penghargaan Woodrow Wilson pada 2008 (Union20 at English Wikipedia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Les Wexner menyebut Epstein sebagai "penipu kelas dunia" dan mengklaim tidak mengetahui aktivitas kriminalnya.
  • Anggota Partai Demokrat mempertanyakan hubungan finansial lama antara Wexner dan Epstein, serta panggilan resmi untuk memberikan keterangan di Kongres.
  • Les Wexner adalah miliarder pendiri L Brands yang pernah menjadi satu-satunya klien publik yang memberikan kuasa keuangan penuh kepada Epstein.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nama miliarder Amerika Serikat kembali jadi sorotan setelah rilis dokumen besar terkait kasus Jeffrey Epstein. Founder Victoria's Secret, Les Wexner, pengusaha asal Ohio yang pernah menjadi klien sekaligus pemberi kuasa finansial kepada Epstein, memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS.

Wexner menyebut dirinya sebagai korban penipuan. Namun, pernyataan itu langsung menuai respons keras dari sejumlah anggota Partai Demokrat yang mempertanyakan kebenarannya.

1. Wexner: Epstein adalah “penipu kelas dunia”

Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)
Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)

Melansir CNN, dalam kesaksiannya, Les Wexner menyebut Jeffrey Epstein sebagai “world-class con man” atau penipu ulung kelas dunia. Ia mengatakan hubungan profesional mereka dimulai pada era 1980-an ketika Epstein menjadi penasihat keuangannya.

Wexner mengklaim tidak pernah mengetahui aktivitas kriminal Epstein, termasuk jaringan pelecehan seksual yang kemudian terungkap. Ia juga menyatakan hanya sekali mengunjungi pulau pribadi Epstein dalam perjalanan singkat bersama keluarga, serta membantah menggunakan pesawat pribadi milik Epstein.

Menurutnya, hubungan itu berakhir setelah ia menyadari adanya penyalahgunaan kepercayaan dan dugaan penggelapan dana. Sejak pertengahan 2000-an, Wexner mengatakan sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Epstein.

2. Demokrat soroti kedekatan finansial mereka

Leslie Wexner berbicara pada upacara Penghargaan Woodrow Wilson pada 2008 (Union20 at English Wikipedia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Leslie Wexner berbicara pada upacara Penghargaan Woodrow Wilson pada 2008 (Union20 at English Wikipedia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Meski tidak didakwa melakukan tindak pidana, kesaksian Wexner dipertanyakan sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat. Mereka menilai hubungan finansial antara keduanya berlangsung lama dan bernilai sangat besar.

Epstein diketahui pernah memiliki kendali signifikan atas keuangan Wexner, termasuk aset properti mewah di New York. Beberapa legislator menyebut mustahil Epstein membangun jaringan kekuasaan dan relasi elite tanpa dukungan figur kaya dan berpengaruh seperti Wexner.

Perdebatan ini makin memanas setelah jutaan halaman dokumen dirilis Departemen Kehakiman AS. Nama Wexner muncul dalam sejumlah berkas yang sebelumnya disensor, memicu panggilan resmi untuk memberikan keterangan di Kongres.

3. Siapa Les Wexner?

Toko Victoria's Secret, 722 Lexington Ave, New York, NY 10022, AS - Desember 2012  (WestportWiki, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Toko Victoria's Secret, 722 Lexington Ave, New York, NY 10022, AS - Desember 2012 (WestportWiki, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Les Wexner adalah miliarder pendiri L Brands, perusahaan ritel yang pernah menaungi merek-merek besar seperti Victoria's Secret, Abercrombie & Fitch, La Senza, dan Bath and Body Works. Ia lama dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri fesyen Amerika Serikat.

Wexner sempat menjadi satu-satunya klien publik yang diketahui memberikan kuasa keuangan penuh kepada Epstein pada periode tertentu. Nilai aset yang dikelola Epstein untuknya disebut mencapai ratusan juta hingga miliaran dolar AS. Meski namanya kini kembali disorot, hingga saat ini Wexner tidak menghadapi tuntutan pidana dalam kasus Epstein.

Ketegangan politik dan pertanyaan soal siapa saja yang mengetahui atau membiarkan jaringan Epstein terus menjadi topik panas di Amerika Serikat. Kesaksian Wexner mungkin belum menjadi akhir dari rangkaian penyelidikan, terutama ketika publik masih menuntut transparansi penuh atas seluruh dokumen yang telah dibuka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Mantan Pangeran Andrew Ditahan usai Tersangkut Skandal Epstein

19 Feb 2026, 18:13 WIBNews