Hillary Clinton Sebut Ada Upaya Penyembunyian dalam Epstein Files

- Jutaan dokumen baru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DoJ) awal bulan ini.
- Bill Clinton dijadwalkan hadir pada 27 Februari dan Hillary Clinton sehari sebelumnya.
- Trump konsisten membantah terlibat dengan Epstein dan menyatakan telah dibebaskan dari tuduhan.
Jakarta, IDN Times - Hillary Clinton menuding pemerintahan Presiden AS Donald Trump melakukan upaya menutupi informasi dalam pengelolaan dokumen yang berkaitan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Ia mengatakan kepada BBC di Berlin, saat menghadiri forum tahunan World Forum, bahwa dokumen-dokumen tersebut seharusnya segera dibuka ke publik dan menilai proses perilisannya sengaja diperlambat.
Sementara itu, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa dengan merilis dokumen tersebut, mereka telah berbuat lebih banyak bagi para korban dibandingkan yang pernah dilakukan Partai Demokrat sebelumnya.
1. Jutaan dokumen baru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DoJ) awal bulan ini

Pada saat itu, wakil jaksa agung menjelaskan bahwa sekitar tiga juta halaman dokumen tidak dipublikasikan karena berisi catatan medis pribadi, deskripsi grafis kekerasan terhadap anak, serta materi lain yang dinilai berpotensi mengganggu proses penyelidikan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Andrew Mountbatten-Windsor diminta hadir di hadapan komite Kongres, Hillary Clinton menyatakan bahwa siapa pun yang dipanggil untuk memberikan kesaksian seharusnya memenuhi permintaan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa tercantumnya nama seseorang dalam dokumen tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Andrew sendiri secara konsisten membantah telah melakukan kesalahan apa pun. Komite tersebut tidak memiliki kewenangan untuk memaksa Andrew hadir di hadapan mereka, tetapi memberikan tekanan kepada pasangan Clinton untuk bersaksi, yang kemudian mereka setujui bulan lalu.
2. Bill Clinton dijadwalkan hadir pada 27 Februari dan Hillary Clinton sehari sebelumnya

Rencana pemungutan suara untuk menyatakan pasangan Clinton melakukan penghinaan terhadap Kongres sempat bergulir karena keduanya awalnya menolak hadir. Namun agenda tersebut akhirnya dibatalkan setelah mereka sepakat untuk memberikan kesaksian. Jika terlaksana, itu akan menjadi momen pertama sejak 1983 seorang mantan presiden Amerika Serikat bersaksi di hadapan panel Kongres, terakhir kali dilakukan oleh Gerald Ford.
Hillary Clinton kembali menegaskan bahwa ia dan suaminya menginginkan sidang dilakukan secara terbuka, bukan melalui pemeriksaan tertutup. Ia menyatakan kepada BBC bahwa mereka tetap akan hadir, namun menilai persidangan terbuka akan lebih baik.
Hillary mengatakan dirinya hanya menginginkan perlakuan yang adil dan berharap semua pihak diperlakukan setara. Ia juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki sesuatu yang perlu disembunyikan serta telah berulang kali mendorong agar seluruh dokumen dirilis sepenuhnya, karena menurutnya transparansi merupakan cara terbaik.
Mantan kandidat presiden itu juga berpendapat bahwa dirinya dan suaminya dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian dari Presiden Trump. Ia menyindir bahwa perhatian publik diarahkan kepada keluarga Clinton, termasuk dirinya yang disebutnya bahkan tidak pernah bertemu dengan Epstein.
Hillary Clinton mengakui pernah bertemu dengan Ghislaine Maxwell dalam beberapa kesempatan. Sementara itu, Bill Clinton, yang namanya tercantum dalam berkas Epstein, diketahui pernah mengenal Epstein, namun menyatakan telah memutuskan hubungan sekitar dua dekade lalu.
Hingga kini, tidak ada tuduhan pelanggaran yang diajukan oleh para penyintas terhadap pasangan Clinton, dan keduanya membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein pada saat itu.
3. Trump sendiri konsisten membantah melakukan apapun terkait Jeffrey Epstein

Ia menyatakan telah memutus hubungan dengan Epstein sejak puluhan tahun lalu dan hingga kini tidak pernah dituduh melakukan kejahatan oleh para korban Epstein.
Menanggapi pernyataan Hillary Clinton, Trump mengatakan kepada BBC bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu yang perlu ditutupi. Ia menyebut dirinya telah dibebaskan dari tuduhan dan menegaskan tidak terlibat dengan Epstein. Menurutnya, pihak-pihak yang mencoba mencari kesalahan justru tidak menemukan bukti apa pun yang memberatkannya.
Trump juga menyatakan bahwa kini pihak lain yang justru terseret dalam polemik tersebut, termasuk Clinton dan sejumlah tokoh Partai Demokrat.
Terkait berbagai tudingan terhadap Trump, Departemen Kehakiman AS sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian dokumen memuat klaim yang dinilai tidak benar dan bersifat sensasional, yang diserahkan kepada FBI menjelang pemilu 2020. Otoritas tersebut menegaskan bahwa tuduhan itu tidak memiliki dasar, dan apabila memang kredibel, sudah sejak lama digunakan untuk menyerang Trump secara politik.
Gedung Putih turut menyampaikan bahwa dengan membuka ribuan halaman dokumen, memenuhi permintaan panggilan dari Komite Pengawasan DPR, serta mendorong penyelidikan lebih lanjut terhadap pihak-pihak Demokrat yang disebut memiliki kaitan dengan Epstein, pemerintahan Trump mengklaim telah melakukan langkah lebih besar bagi para korban dibandingkan yang pernah dilakukan Partai Demokrat.


















