Bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)
Sejumlah tokoh masyarakat mengaitkan kemunculan ancaman ini dengan meningkatnya sentimen anti-Islam pasca serangan mematikan di Bondi Beach pada akhir tahun lalu. Dalam situasi itu, sebagian warga merasa komunitas Muslim dijadikan sasaran tudingan, sementara studi nasional terbaru mencatat hampir 79 persen staf dan mahasiswa perguruan tinggi di Australia pernah mengalami perlakuan rasis di kampus.
Premier New South Wales Chris Minns menegaskan bahwa perayaan Ramadan harus berlangsung aman dan terlindungi. Ia menyatakan kepolisian NSW bersama pemerintah siap menjaga kelancaran ibadah maupun aktivitas harian warga, sedangkan Anggota Parlemen Federal Jason Clare yang daerah pemilihannya berdekatan dengan Lakemba menyebut ancaman tersebut menjijikkan, mengerikan dan menakutkan.
“Kita hanya perlu menurunkan suhu. Kita tidak hanya berbicara tentang kata-kata di sini. Sejarah terkini memberitahu kita bahwa kata-kata bisa mengarah pada kekerasan,” kata Clare, dikutip dari RNZ.
Sementara itu, Wali Kota Canterbury-Bankstown Bilal El-Hayek menggambarkan situasi ini cukup serius dan menyatakan Islamofobia terus meningkat sehingga menghadirkan masa yang menakutkan dan sulit bagi komunitas. Perdana Menteri Anthony Albanese sebelumnya juga menekankan bahwa ancaman atau serangan terhadap kelompok agama tak layak terjadi di Australia, sedangkan Kepolisian NSW kembali mengingatkan bahwa kejahatan bermotif kebencian ditangani secara serius dan masyarakat diminta segera melapor jika mengalami atau menyaksikan peristiwa serupa.