Jakarta, IDN Times - Kematian tiga orang saat demonstrasi di Makassar menjadi perhatian media asing. Demonstrasi yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia memang menjadi pemberitaan media internasional sejak kemarin.
The Korea Herald menerbitkan artikel berjudul 'Indonesia Protest Blaze Kills Three as Anger Erupts Over Driver Death'. Media asal Korea ini menyoroti merebaknya protes di seluruh Indonesia usai seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas dilindas mobil rantis polisi pada Kamis (28/8) malam.
Mereka juga menuliskan demonstrasi pada Kamis itu memprotes upah rendah dan tunjangan mewah yang diterima anggota DPR RI.
"Protes di Makassar, kota terbesar di Pulau Sulawesi, berubah menjadi kekacauan di luar gedung DPRD provinsi dan kabupaten/kota yang dibakar dan kendaraan dibakar saat pengunjuk rasa melemparkan batu dan bom molotov," kata media tersebut dalam tulisannya.
Media Inggris, The Guardian menuliskan, tiga orang yang tewas di Makassar terjebak di dalam gedung.
"Mereka terjebak di dalam gedung yang terbakar,” tulis media tersebut, mengutip Sekretaris DPRD Sulawesi Selatan, Rahmat Mappatoba, yang menuduh para pengunjuk rasa menyerbu kantor untuk membakar gedung tersebut.
The Guardian menyebutkan, protes-protes ini merupakan yang terbesar dan paling parah sepanjang masa jabatan kepresidenan Presiden Prabowo Subianto yang belum genap setahun.
"Ujian penting yang memaksanya untuk seger mendesak ketenangan, memerintahkan penyelidikan dan mengunjungi keluarga pengemudi yang tewas," kata media tersebut.
Mereka juga mengungkit bagaimana Prabowo menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang cepat, serta protes yang meluas terhadap kebijakan-kebijakannya, termasuk program makan bergizi gratis.
Protes juga menyebar ke kota-kota besar Indonesia lainnya pada hari Jumat, termasuk Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya, serta Medan.