Jakarta, IDN Times - Meski dikritik luas oleh publik di Tanah Air, pemerintah akan tetap mengirimkan personel militer yang menjadi bagian pasukan stabilitas internasional (ISF) ke Gaza. Setidaknya itu yang dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, KAN News, pada Senin (8/2/2026) malam.
Mereka melaporkan, Indonesia menjadi negara pertama yang tetap bergabung ke dalam ISF. Sementara sejumlah negara lain seperti Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Italia, Pakistan, Qatar, Azerbaijan hingga Turki, yang semula juga bersedia ikut ISF, belum menunjukkan akan menindaklanjuti hal tersebut.
Berdasarkan laporan, militer Indonesia sudah bisa berada di Gaza dalam hitungan minggu. Kepastian pengiriman pasukan TNI dalam ISF itu menanti hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC, Amerika Serikat (AS). Rencananya, Prabowo akan menghadiri KTT pertama Dewan Perdamaian (Board of Peace) pada 19 Februari 2026. Prabowo juga dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden AS, Donald J. Trump.
Berdasarkan laporan yang diterima KAN News, baik ISF atau militer Indonesia tidak akan melakukan konfrontasi fisik dengan Hamas. TNI juga tidak bertugas untuk melucuti persenjataan milik kelompok Hamas.
Alih-alih Indonesia diharapkan mengawasi jalannya gencatan senjata, tidak tertutup kemungkinan TNI akan menangani masalah perbatasan lainnya.
