Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat meski gencatan senjata kedua negara masih berlaku sejak awal April 2026 lalu. Militer AS melancarkan serangan baru terhadap operasi drone Iran yang disebut mengancam pasukan Amerika dan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS mengatakan, militer Negeri Paman Sam menembak jatuh empat drone serang Iran dan menghantam stasiun pengendali di kota pelabuhan Bandar Abbas. Menurutnya, fasilitas itu sedang bersiap meluncurkan drone kelima.
"Tindakan ini terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata," kata pejabat tersebut, Kamis (28/5/2026).
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, membantah laporan media Iran mengenai rancangan kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Situasi terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan jalur energi global yang sangat bergantung pada Selat Hormuz.
Harga minyak dunia yang sebelumnya turun lebih dari lima persen pada Rabu (27/5/2026) kembali menguat setelah laporan serangan terbaru tersebut muncul.
