Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

ICF Ajukan Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Indonesia BMX Series 2027

ICF Ajukan Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Indonesia BMX Series 2027
Indonesia Cycling Federation (ICF) mengajukan Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia BMX Series, yang digelar oleh Asian Cycling Confederation (ACC/Federasi Balap Sepeda Asia). (Dok. Pemkab Banyuwangi)
Intinya Sih
5W1H
  • ICF resmi mengajukan Banyuwangi sebagai tuan rumah Indonesia BMX Series 2027 karena memiliki sirkuit berstandar Olimpiade dengan fasilitas dan tingkat kesulitan terbaik di Asia.
  • Sirkuit BMX Banyuwangi rutin diperkenalkan ICF di forum internasional seperti ACC dan UCI, menjadi daya tarik utama dalam promosi ajang balap sepeda dunia.
  • ICF menegaskan komitmennya mendukung berbagai kompetisi balap sepeda di Banyuwangi, termasuk ajang internasional kategori C1 yang memberi poin tinggi bagi pembalap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia Cycling Federation (ICF) mengajukan Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia BMX Series, yang digelar oleh Asian Cycling Confederation (ACC/Federasi Balap Sepeda Asia).

"Kami ajukan kejuaraan tersebut digelar di Sirkuit BMX International Banyuwangi," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk, saat membuka Banyuwangi BMX Supercross, Sabtu (27/6/2026).

1. Banyuwangi memiliki Sirkuit BMX berstandart Olimpiade

WhatsApp Image 2026-06-27 at 3.53.28 PM (2) (1).jpeg
Indonesia Cycling Federation (ICF) mengajukan Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia BMX Series, yang digelar oleh Asian Cycling Confederation (ACC/Federasi Balap Sepeda Asia). (Dok. Pemkab Banyuwangi)

Jadi mengatakan bahwa Banyuwangi memiliki Sirkuit BMX berstandar Olimpiade dan salah satu terbaik di tingkat Asia. Sirkuit ini memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan sangat tinggi.

Memiliki lintasan panjang track 465 meter, serta obstacle 4 high jump. Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line yang memiliki karakteristik berbeda dan bisa digunakan untuk perlombaan berbagai kelas.

"Sirkuit ini yang terbaik yang saya lihat saat ini di Asia. Beberapa atlet Asia juga mengatakan hal yang sama. Ditunjang lagi Banyuwangi konsisten gelar kejuaraan skala nasional dan internasional," katanya.

2. ICF selalu memperkenalkan sirkuit BMX di Banyuwangi di forum internasional

WhatsApp Image 2026-06-27 at 3.53.28 PM.jpeg
Indonesia Cycling Federation (ICF) mengajukan Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah kejuaraan Indonesia BMX Series, yang digelar oleh Asian Cycling Confederation (ACC/Federasi Balap Sepeda Asia). (Dok. Pemkab Banyuwangi)

Karena itulah, ICF selalu membawa dan memperkenalkan sirkuit BMX di Banyuwangi di kongres-kongres federasi balap sepeda, baik pada tingkat Asia (ACC) maupun dunia (Union Cycliste Internationale/UCI).

"Keunggulan-keunggulan pada sirkuit ini menjadi nilai jual untuk kami sampaikan di Federasi Dunia di setiap kegiatan-kegiatan," kata dia.

Selama ini, sirkuit BMX Supercross International juga sering menjadi ajang balap kejuaraan tingkat nasional dan internasional.

3. Komitmen ICF mendukung berbagai ajang balap sepeda di Banyuwangi

WhatsApp Image 2026-06-27 at 2.23.50 PM.jpeg
Kompetisi Balap Sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 resmi dimulai, di Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi, Sabtu-Minggu (27-28/6/2026). Kompetisi ini merupakan satu-satunya event BMX di Indonesia, yang masuk dalam kalender resmi federasi balap sepeda dunia (Union Cycliste Internationale/UCI). Banyuwangi BMX Supercross 2026 diikuti 331 pembalap dari berbagai provinsi di Indonesia, serta mancanegara dari Thailand, Singapura, dan Filipina. (Dok. Pemkab Banyuwangi)

Ia menambahkan, keberadaan sirkuit BMX Supercross International Muncar selaras dengan program utama federasi nasional. Pihak federasi mendorong digelarnya berbagai kompetisi, lebih-lebih berkelas minimal kategori C1.

"Kompetisi internasional kategori C1 ini memiliki poin cukup tinggi bagi pembalap. Itu sebabnya banyak peserta-peserta dari luar negeri juga turut serta dalam kompetisi ini," kata dia.

ICF juga berjanji akan mendukung berbagai ajang balap sepeda di Banyuwangi pada waktu-waktu mendatang.

"Kami akan membantu semaksimal mungkin, baik juga mencari partner-partner lain sehingga kegiatan tersenggara lebih banyak lagi pesertanya," ujarnya. (WEB)

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Faisal
EditorAhmad Faisal

Related Articles

See More