Jakarta, IDN Times - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah pertemuan panjang selama 21 jam yang digelar di Islamabad, Pakistan, belum menghasilkan kesepakatan final. Meski sempat disebut berlangsung positif, kedua pihak masih memiliki perbedaan mendasar, terutama terkait tuntutan Iran.
Di tengah kebuntuan tersebut, perhatian dunia justru tertuju pada Pakistan sebagai tuan rumah sekaligus mediator utama dalam perundingan ini. Peran Islamabad dinilai krusial dalam menjaga komunikasi antara Washington dan Teheran tetap terbuka.
Situasi ini menjadi titik balik bagi Pakistan, yang sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan isu keamanan dan ketidakstabilan ekonomi. Kini, negara tersebut justru tampil sebagai aktor penting dalam upaya meredakan konflik global.
Seiring berjalannya waktu, pertanyaan besar pun muncul, mengapa Pakistan yang dipilih menjadi penengah dalam salah satu konflik paling sensitif di dunia saat ini?
Para analis menilai, keputusan ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kombinasi faktor strategis, diplomasi aktif, dan perubahan dinamika hubungan internasional.
