Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menhan AS: Tak Ada Kapal Bisa Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin Kami
potret Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Amerika Serikat menegaskan tidak ada kapal yang boleh melintasi Selat Hormuz tanpa izin mereka, dengan ancaman sanksi bagi pelanggar.
  • Blokade dilakukan sejak 13 April 2026 untuk menekan Iran agar menghentikan program senjata nuklir dan menyetujui perdamaian.
  • Selain Selat Hormuz, AS juga memblokade seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman, melarang kapal dari negara mana pun keluar-masuk wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tidak ada kapal yang bisa berlayar di Selat Hormuz tanpa izin dari mereka. Sebab, AS kini masih memblokade selat tersebut. Jika ada kapal yang mencoba berlayar tanpa izin, AS akan memberikan sanksi tegas terhadap kapal tersebut.  

"Blokade kita semakin meluas dan mendunia. Tidak ada seorang pun yang bisa berlayar dari Selat Hormuz ke mana pun di dunia tanpa izin dari pasukan angkatan laut Amerika Serikat," kata Menteri Pertahanan (Menhan) AS, Pete Hegseth, kepada awak media pada Jumat (24/4/2026) dilansir The New Arab.

1. AS akan memblokade Selat Hormuz sampai Iran bersedia damai

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Dalam pernyataannya, Hegseth mengatakan, AS akan terus memblokade Selat Hormuz sampai Iran mau menyepakati perdamaian. Agar perdamaian bisa diraih, Hegseth meminta agar Iran segera mematuhi syarat yang diberikan AS, yakni menyetop program pengembangan senjata nuklir mereka. 

"Iran tahu bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk memilih dengan bijak di meja perundingan. Hal yang perlu mereka lakukan hanyalah meninggalkan senjata nuklir dengan cara yang bermakna dan dapat diverifikasi," ujar Hegseth.

2. AS memblokade Selat Hormuz untuk menekan Iran

potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)

Sebagai informasi, AS mulai memblokade Selat Hormuz pada 13 April 2026. Langkah ini dilakukan Negeri Paman Sam untuk menekan Iran agar mau menyetujui kesepakatan perdamaian dengan mereka.  

“Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses memblokade semua Kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz,” ujar Trump dilansir The Guardian.

3. AS juga memblokade semua pelabuhan milik Iran

ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Selain memblokade Selat Hormuz, AS juga sudah memblokade semua pelabuhan milik Iran, termasuk yang ada di Teluk Arab dan Teluk Oman. Upaya ini praktis membuat kapal-kapal dari seluruh dunia tidak bisa masuk dan keluar dari pelabuhan milik negara mayoritas Islam Syiah tersebut. 

Pusat Komando AS (CENTCOM) menjelaskan, blokade ini akan dilakukan secara adil dan tidak memihak. Artinya, kapal dari negara mana pun akan dilarang untuk masuk dan keluar dari seluruh pelabuhan yang dimiliki Iran.

"Kami memberlakukan blokade secara menyeluruh terhadap kapal apa pun dari negara mana pun yang melintas ke atau dari pelabuhan milik Iran. Kami memantau dengan cermat kapal-kapal yang menjadi target menuju Iran dan kapal-kapal yang menjauh dari Iran yang berada di luar area blokade ketika blokade ini diperintahkan. (Jika ada yang melanggar), kami siap dan siaga untuk mencegat mereka," kata Kepala CENTCOM, Dan Caine.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team