Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, mendesak negara-negara Eropa untuk tidak membalas tarif perdagangan AS yang diumumkan Trump terkait krisis Greenland. Pada Selasa (20/1/2026), Bessent mengatakan bahwa negara-negara dan perusahaan-perusahaan harus berhenti sejenak dan membiarkan semuanya berjalan apa adanya.
"Saya akan mengatakan ini adalah jenis histeria yang sama seperti yang kita dengar pada 2 April. Ada kepanikan. Yang saya desak kepada semua orang di sini adalah untuk tenang, menarik napas dalam-dalam, dan membiarkan semuanya berjalan apa adanya," ujar Bessent, merujuk pada tarif hari pembebasan pada April lalu, dikutip dari Bloomberg.
Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif 25 persen pada enam negara Uni Eropa, ditambah Inggris dan Norwegia dalam upayanya mendapatkan Greenland. Berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF), Bessent mengatakan tarif balasan tidak akan menjadi opsi bijaksana, dan mengutip perang tarif timbal balik pada tahun lalu yang terjadi antara AS dan China.
"Ancaman Presiden Trump terhadap Greenland sangat berbeda dengan kesepakatan perdagangan lainnya. Jadi saya mendesak semua negara untuk tetap berpegang pada kesepakatan perdagangan mereka. Kita telah menyepakati hal itu, dan itu memberikan kepastian yang besar," kata Bessent
