Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Militer AS dan Nigeria Berhasil Tewaskan Petinggi ISIS
Ilustrasi tentara (freepik.com/senivpetro)
  • Militer AS dan Nigeria menewaskan Abu-Bilal al-Minuki, wakil pemimpin global ISIS, dalam operasi gabungan di Afrika Barat pada 15 Mei 2026.
  • Operasi dilakukan berdasarkan intelijen yang memastikan lokasi persembunyian al-Minuki di Metele, Borno; serangan udara dan darat berhasil tanpa korban dari pihak AS maupun Nigeria.
  • Kematian al-Minuki dinilai melemahkan struktur komando ISIS, sekaligus menegaskan peningkatan kerja sama militer antara AS dan Nigeria dalam memerangi terorisme.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Nigeria mengumumkan tewasnya tokoh senior sekaligus wakil pemimpin global ISIS, Abu-Bilal al-Minuki. Ia tewas dalam sebuah operasi militer gabungan yang digelar di wilayah Afrika Barat pada Jumat malam (15/5/2026) waktu setempat.

Presiden AS, Donald Trump, dan pihak militer Nigeria telah mengonfirmasi keberhasilan misi tersebut. Operasi ini dinilai berdampak langsung terhadap struktur komando dan jaringan operasi ISIS, mengingat al-Minuki merupakan target utama yang telah masuk dalam daftar sanksi kontraterorisme AS sejak Juni 2023.

1. Profil dan peran al-Minuki di jaringan ISIS

Abu-Bilal al-Minuki, yang bernama lengkap Abu Bakr ibn Muhammad ibn Ali al-Mainuki, adalah warga negara Nigeria kelahiran Borno pada 1982. Ia bertugas menghubungkan anggota ISIS di kawasan Afrika dengan pusat komando global. Karena perannya ini, Departemen Luar Negeri AS menetapkannya sebagai Teroris Global Khusus (SDGT).

Militer Nigeria menyatakan bahwa al-Minuki berperan penting dalam memberikan arahan kepada kelompok ISIS di luar Nigeria.

"Dia mengatur dan mengarahkan operasi di berbagai wilayah dunia. Dia juga terlibat dalam media, perang ekonomi, serta pembuatan senjata, bahan peledak, dan pesawat tanpa awak," sebut otoritas militer Nigeria, dilansir Daily Sabah.

Keterlibatan al-Minuki di tingkat elit mulai meningkat sejak 2018. Ia diperkirakan memegang komando wilayah ISIS setelah tewasnya pemimpin Islamic State West Africa Province (ISWAP), Mamman Nur. Sejak itu, ia memimpin jaringan ISIS di Afrika, terutama ISWAP yang beroperasi di kawasan Danau Chad dan Sahel, dengan jangkauan yang melintasi perbatasan Niger, Chad, dan Mali.

2. Kronologi operasi militer AS dan Nigeria

Operasi gabungan ini dilaksanakan pada Jumat malam waktu setempat berdasarkan perencanaan dan kerja sama intelijen. Berdasarkan hasil intelijen, al-Minuki dipastikan berada di lokasi persembunyian di Metele, Negara Bagian Borno.

Pasukan Nigeria dan AS kemudian melancarkan serangan udara dan darat ke lokasi tersebut, sementara unit Pasukan Khusus mengamankan wilayah sekitar untuk menutup jalur keluar. Beberapa bawahan al-Minuki dilaporkan tewas dalam peristiwa ini. Pihak militer mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dari personel AS maupun Nigeria dalam operasi tersebut.

3. Kematian al-Minuki akan mengurangi kapasitas operasi ISIS

Pemimpin kedua negara menilai tewasnya al-Minuki akan mengurangi kapasitas operasi ISIS. Presiden Nigeria, Bola Ahmed Tinubu, membenarkan bahwa al-Minuki tewas di markasnya di kawasan Danau Chad dan mengapresiasi keberhasilan misi tersebut.

"Operasi ini adalah contoh penting dari kerja sama yang baik dalam perang melawan terorisme," kata Presiden Tinubu, dilansir BBC.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyampaikan tanggapan dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Nigeria atas kerja sama militer ini melalui akun Truth Social miliknya.

"Operasi global ISIS akan berkurang. Dia tidak akan lagi meneror warga Afrika atau membantu merencanakan serangan terhadap warga Amerika," kata Trump.

Pengamat keamanan mencatat operasi ini sebagai kelanjutan dari peningkatan kerja sama antara militer AS dan Nigeria. Pada Desember tahun lalu, kedua negara juga melakukan serangan udara bersama di Negara Bagian Sokoto. Selain itu, AS telah menempatkan sekitar 200 anggota militer di Nigeria pada awal tahun ini untuk memberikan pelatihan dan dukungan informasi intelijen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team