Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mojtaba Khamenei Buka Suara soal Rencana AS Ambil Uranium Iran
potret Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
  • Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa uranium Iran tidak akan diberikan ke pihak mana pun, termasuk AS, sesuai arahan dan konsensus pemerintah Iran.
  • Khamenei memperingatkan rencana AS mengambil uranium bisa mengganggu negosiasi damai yang sedang berlangsung antara kedua negara melalui mediasi Pakistan.
  • Donald Trump berjanji akan mengambil seluruh uranium Iran demi mencegah pengembangan senjata nuklir, sementara Iran diketahui memiliki 440 kilogram uranium yang sudah diperkaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, buka suara soal rencana Amerika Serikat untuk mengambil cadangan uranium milik negaranya. Menurut keterangan dua pejabat senior Iran, Khamenei menegaskan tidak akan memberikan uranium Iran ke pihak mana pun, termasuk AS.

"Arahan Pemimpin Tertinggi dan konsensus di dalam pemerintahan adalah bahwa persediaan uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini," kata salah satu dari dua pejabat Iran yang minta namanya dirahasiakan untuk alasan keamanan pada Kamis (21/5/2026) dilansir Jerusalem Post.  

1. Rencana AS mengambil uranium Iran bisa ganggu negosiasi damai

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Menurut pejabat tadi, Khamenei juga mengingatkan agar AS segera menghentikan niatnya untuk mengambil uranium Iran. Sebab, menurut Khamenei, rencana itu bisa mengganggu proses negosiasi damai antara AS dan Iran. Terlebih, proses negosiasi antara kedua negara kini juga sedang berlanjut. 

Saat ini, Iran sedang melanjutkan negosiasi perdamaian dengan AS. Namun, negosiasi tidak dilakukan secara langsung seperti pada April lalu. Sebab, perwakilan Iran dan AS hanya bertukar pesan saja melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator. Menurut laporan media Iran, ISNA, yang dikutip Anadolu Agency, Jumat (22/5/2026), negosiasi Iran dan AS berjalan lancar. Kendati begitu, kedua pihak masih harus menyelesaikan perbedaan pendapat.    

2. Donald Trump berjanji akan mengambil semua uranium Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, telah berjanji bakal mengambil semua uranium milik Iran. Langkah ini bertujuan agar Iran tidak bisa mengembangkan program senjata nuklirnya. Sebab, AS menganggap program senjata nuklir Iran bakal mengancam keamanan global.  

"Kita akan mendapatkannya (uranium milik Iran). Kita tidak membutuhkannya dan kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya. Namun, kita tidak akan membiarkan mereka (Iran) memilikinya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis. 

3. Iran punya 440 kilogram uranium yang sudah diperkaya

potret uranium (commons.wikimedia.org/United States Department of Energy)

Sebagai informasi, Iran saat ini memiliki cadangan uranium yang sudah diperkaya sebesar 970 pound atau 440 kilogram. Berdasarkan laporan Al Jazeera, jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Semua uranium tersebut dikabarkan terkubur di bawah tanah imbas serangan AS dan Israel ke Iran pada 2025 lalu. 

Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen. Namun, menurut Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sudah cukup untuk membuat sekitar sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin segera mengambil uranium milik Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team