Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iran Disebut Bakal Luncurkan Serangan ke Israel dan Negara Teluk

Iran Disebut Bakal Luncurkan Serangan ke Israel dan Negara Teluk
potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)
Intinya Sih
  • Otoritas intelijen Israel dan AS menyebut Iran berpotensi meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta negara-negara Teluk, sambil terus memantau pergerakan militer Iran.
  • Iran dan AS tengah melanjutkan negosiasi perdamaian melalui mediator Pakistan, dengan proses berjalan lancar meski masih ada perbedaan pendapat yang perlu dijembatani.
  • Iran telah mengirim proposal perdamaian terbaru ke AS berisi tuntutan ganti rugi, pencabutan sanksi ekonomi, serta penghentian serangan Israel terhadap Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Iran disebut berpotensi meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel dan negara-negara Teluk. Negara-negara Teluk yang dimaksud adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Informasi ini disampaikan oleh otoritas intelijen Israel dan AS pada Kamis (21/5/2026).

Intelijen Israel dan AS tidak menjelaskan kapan Iran akan menyerang. Namun, mereka mengatakan Iran berpotensi meluncurkan serangan secara tiba-tiba. Oleh karena itu, Israel dan AS menegaskan akan terus memantau gerak-gerak angkatan bersenjata Iran untuk mengantisipasi serangan mereka. 

1. Iran sedang melanjutkan negosiasi dengan AS

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Saat ini, Iran dilaporkan sedang melanjutkan negosiasi perdamaian dengan AS. Namun, negosiasi tidak dilakukan secara langsung seperti pada April lalu. Sebab, perwakilan Iran dan AS hanya bertukar pesan saja melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator. 

Menurut laporan media Iran, ISNA, yang dikutip Anadolu Agency pada Jumat (22/5/2026), proses negosiasi Iran dan AS berjalan lancar. Kendati begitu, kedua pihak masih harus menyelesaikan perbedaan pendapat. Pakistan yang berperan sebagai mediator menegaskan akan terus menjembatani perbedaan tersebut agar kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran bisa segera tercapai.

2. Trump optimistis dengan proses negosiasi AS dan Iran

Donald Trump baru turun dari helikopter.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dirinya merasa sangat optimistis dengan proses negosiasi antara AS dan Iran yang kini sedang berlanjut. Ia menilai, lewat negosiasi tersebut, kesepakatan perdamaian bisa segera diraih tanpa melakukan invasi militer ke Iran. 

"Sepertinya, ada peluang yang sangat bagus bahwa mereka (Iran) dapat mencapai kesepakatan. Jika kita dapat melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," ungkap Trump kepada awak media pada Senin (18/5/2026), seperti dilansir Reuters.

3. Iran sudah mengirimkan proposal perdamaian terbaru ke AS

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Sebelumnya, Iran juga sudah mengirim proposal perdamaian terbaru ke AS. Sama seperti sebelum-sebelumnya, Iran mengirim proposal perdamaian ke AS lewat perantara Pakistan.

Dalam proposal terbarunya, Iran mengajukan sejumlah syarat ke AS agar perdamaian segera tercipta. Salah satunya adalah ganti rugi biaya kerusakan akibat serangan yang dilakukan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu. Selain itu, Iran juga meminta AS untuk menghentikan sanksi ekonomi dan meminta Israel berhenti menyerang Lebanon. Sebab, hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon selatan untuk membasmi seluruh pasukan Hizbullah. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More