Trump sendiri tidak menjelaskan secara detail apa maksud dari ungkapan tadi. Namun, sejumlah pengamat menganggap bahwa kepentingan hubungan masyarakat yang dimaksud Trump adalah pencitraan. Jadi, Trump ingin mengambil uranium Iran sebetulnya bukan untuk tujuan apa pun, melainkan hanya untuk pencitraan agar dirinya terlihat kuat di mata dunia.
Donald Trump Janji Bakal Rebut Semua Uranium Milik Iran

- Donald Trump berjanji akan mengambil seluruh uranium milik Iran untuk mencegah pengembangan senjata nuklir yang dianggap mengancam keamanan global.
- Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang sudah diperkaya, jumlah yang dinilai cukup untuk membuat hingga sepuluh hulu ledak nuklir menurut IAEA.
- Trump mengklaim Iran bersedia menyerahkan uraniumnya ke AS meski belum ada bukti konkret, sementara Iran menegaskan tidak akan memberikan cadangan tersebut kepada pihak mana pun.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berjanji bakal mengambil semua uranium milik Iran. Langkah ini bertujuan agar Iran tidak bisa mengembangkan program senjata nuklirnya. Sebab, AS menganggap program senjata nuklir Iran bakal mengancam keamanan global.
"Kita akan mendapatkannya (uranium milik Iran). Kita tidak membutuhkannya dan kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya. Namun, kita tidak akan membiarkan mereka (Iran) memilikinya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (21/5/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.
1. Iran punya 440 kilogram uranium yang sudah diperkaya

Berdasarkan laporan Al Jazeera, Iran saat ini memiliki cadangan uranium yang sudah diperkaya sebesar 970 pound atau 440 kilogram. Jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Semua uranium tersebut dikabarkan terkubur di bawah tanah imbas serangan AS dan Israel ke Iran pada 2025 lalu.
Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen. Namun, menurut Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sudah cukup untuk membuat sekitar sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin segera mengambil uranium milik Iran.
2. Trump punya alasan lain untuk mengambil uranium Iran

Sebetulnya, Trump punya alasan lain kenapa dirinya sangat ngebet untuk mengambil semua uranium milik Iran. Dalam pernyataannya pada 14 Mei lalu, Trump mengatakan dirinya ingin mengambil cadangan uranium Iran untuk keperluan hubungan masyarakat.
3. Trump mengklaim Iran bersedia menyerahkan semua uraniumnya ke AS

Sebelumnya, Trump sudah mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar jika mereka tidak mau memberikan uraniumnya ke AS. Ancaman ini dilontarkan Trump pada 6 Mei. Namun, Iran hingga kini tetap enggan memberikan uraniumnya ke AS. Iran menegaskan cadangan uranium yang mereka punya tidak untuk diberikan ke pihak mana pun, termasuk AS.
Meski begitu, pada 12 Mei lalu, Trump mengatakan dirinya sangat yakin Iran bakal menghentikan produksi uraniumnya agar bisa berdamai dengan AS. Ia juga yakin bahwa Iran akan segera menghentikan pengembangan senjata nuklirnya. Namun, itu semua hanya klaim belaka. Sebab, tidak ada bukti konkret yang bisa memvalidasi semua klaim tadi.



















