Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Moldova Tetapkan Status Darurat Energi imbas Serangan Rusia
ilustrasi bendera Moldova (Unsplash/Sasha Pleshco)
  • Parlemen Moldova menetapkan keadaan darurat energi akibat gangguan pasokan listrik dari Ukraina yang terdampak serangan Rusia, demi mencegah pemadaman dan menjaga infrastruktur penting.
  • Presiden Maia Sandu menyatakan jaringan listrik Moldova ke Rumania terputus karena serangan Rusia di wilayah selatan Ukraina, membuat koneksi energi ke Eropa terganggu.
  • Wilayah Transnistria memutuskan tidak memperpanjang status darurat ekonomi setelah pasokan gas mulai stabil, meski sistem penghangat pusat masih belum berfungsi normal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Parlemen Moldova mendeklarasikan keadaan darurat energi pada Rabu (25/3/2026). Langkah ini untuk menangani masalah gangguan pasokan listrik di Moldova imbas serangan Rusia ke Ukraina. 

“Jaringan listrik di Ukraina menyediakan 60-70 persen pasokan listrik ke Moldova. Penetapan keadaan darurat membuat pemerintah bertindak cepat untuk menghindari pemadaman listrik,” tutur Perdana Menteri (PM) Moldova, Alexandru Munteanu, dikutip dari Interfax.

Sebelumnya, Moldova ikut terdampak serangan Rusia yang menyasar Bendungan Novodnistrovsk, Ukraina. Serangan tersebut mengakibatkan polusi di Sungai Dniester yang menjadi sumber kebutuhan harian warga Moldova. 

1. Serangan Rusia di Ukraina menyebabkan jaringan listrik ke Moldova rentan

Munteanu menyebut bahwa jaringan listrik dari Ukraina ke Moldova dijalankan dalam batas kapabilitas tertentu. Selain itu, sangat rentan untuk kelebihan kapasitas dan padam. 

“Deklarasi darurat energi dapat membuat kami mengorganisir dan melanjutkan konsumsi listrik 110 kV serta kami dapat melindungi infrastruktur penting dan bekerja sama dengan sejumlah pihak. Kami akan memprioritaskan konsumsi,” tuturnya. 

PM Moldova itu menganjurkan warga untuk menggunakan listrik dengan bijak. Ia meminta agar warga tidak menggunakan listrik berlebih dan berhemat terutama saat jam sibuk. 

2. Moldova sebut serangan Rusia putus jaringan listrik ke Rumania

Presiden Moldova, Maia Sandu menyebut bahwa jaringan listrik dari Moldova ke Rumania terputus. Jaringan listrik Issacea-Vulcanesti tersebut melintasi area selatan Ukraina yang menjadi sasaran serangan Rusia. 

“Pada malam hari, serangan memuuts jaringan listrik penting Moldova ke Eropa. Kami masih mencari rute alternatif, tapi situasi masih tetap rentan. Rusia bertanggung jawab atas insiden ini,” paparnya, dikutip dari The Moscow Times.

Kementerian Luar Negeri Moldova mengecam serangan Rusia ke jaringan listrik di Ukraina. Menurutnya, serangan itu merusak keamanan energi regional dan mengancam infrastruktur sipil. 

3. Transnistria tidak perpanjang darurat ekonomi

Pekan lalu, Transnistria, area pecahan Moldova memutuskan untuk tidak memperpanjang keadaan ekonomi. Ia menyebut, pasokan gas alam mulai stabil dalam 2 pekan terakhir sehingga tidak dibutuhkan keadaan darurat. 

Meskipun demikian, fasilitas penghangat pusat masih belum berfungsi secara normal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, pemerintah sudah menginstruksikan badan terkait untuk berusaha mengembalikan penghangat pekan ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team