Jakarta, IDN Times - Parlemen Moldova mendeklarasikan keadaan darurat energi pada Rabu (25/3/2026). Langkah ini untuk menangani masalah gangguan pasokan listrik di Moldova imbas serangan Rusia ke Ukraina.
“Jaringan listrik di Ukraina menyediakan 60-70 persen pasokan listrik ke Moldova. Penetapan keadaan darurat membuat pemerintah bertindak cepat untuk menghindari pemadaman listrik,” tutur Perdana Menteri (PM) Moldova, Alexandru Munteanu, dikutip dari Interfax.
Sebelumnya, Moldova ikut terdampak serangan Rusia yang menyasar Bendungan Novodnistrovsk, Ukraina. Serangan tersebut mengakibatkan polusi di Sungai Dniester yang menjadi sumber kebutuhan harian warga Moldova.
