Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Konjen RI Sydney.JPG
Konjen RI Sydney, Leonard Sondakh pada HUT RI Ke-80 di Australian Museum, Senin, (25/8/2025). (Dok. KJRI Sydney).

Intinya sih...

  • Muhibah Angklung tampil memeriahkan HUT ke-80 RI di Sydney pada 23–25 Agustus 2025.

  • Penampilan di Australian Museum menciptakan suasana penuh semangat kebangsaan dan persatuan diaspora Indonesia.

  • Pertunjukan di Taronga Zoo menghadirkan nuansa tanah air dengan latar Way Kambas serta konservasi satwa Nusantara.

  • Angklung sebagai warisan budaya UNESCO dijadikan medium diplomasi budaya Indonesia di Australia.

  • Rangkaian acara budaya ini memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Australia melalui seni dan harmoni.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney menggelar rangkaian acara budaya untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini menghadirkan penampilan istimewa dari kelompok seni Muhibah Angklung yang berlangsung pada 23–25 Agustus 2025 di beberapa lokasi ternama, termasuk Australian Museum dan Taronga Zoo Sydney.

Dilansir siaran resmi KJRI Sydney, penampilan Muhibah Angklung tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol diplomasi budaya Indonesia. “Kehadiran Muhibah Angklung tidak hanya menghibur, tetapi juga untuk memperkuat citra positif Indonesia di mata masyarakat Australia,” ujar Konjen RI Sydney, Pendekar Muda, Leonard Sondakh.

1. Muhibah angklung tampilkan pesona seni nusantara

Penampilan Angklung pada HUT RI Ke-80 di Taronga Zoo, Sydney. (Dok. KJRI Sydney).

Penampilan Muhibah Angklung di Australian Museum menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan kemerdekaan. Suasana penuh semangat kebangsaan tercipta saat komunitas Indonesia dan masyarakat Australia menikmati alunan musik angklung yang memadukan lagu daerah, nasional, hingga aransemen modern. Pertunjukan tersebut membawa pesan persatuan sekaligus kebanggaan diaspora Indonesia.

Sementara itu, penampilan di Taronga Zoo menghadirkan pengalaman budaya yang unik dengan latar Way Kambas, area yang meniru Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Nuansa tanah air terasa kental, terlebih dengan kehadiran satwa khas Nusantara seperti Harimau Sumatera yang menjadi simbol konservasi dan identitas Indonesia.

2. Angklung sebagai warisan dunia

Penampilan Muhibah Angklung pada HUT RI ke-80 di Australian Museum, Senin, (25/8/2025). (Dok. KJRI Sydney).

Muhibah Angklung merupakan kelompok seni budaya yang beranggotakan generasi muda Indonesia dengan misi memperkenalkan musik angklung ke dunia. Instrumen bambu khas tanah air ini telah diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity sejak 2010, menjadikannya medium diplomasi budaya yang kuat.

Selain membawakan lagu-lagu daerah, Muhibah Angklung juga mengemas lagu-lagu internasional dengan aransemen kreatif. Perpaduan tersebut membuat pertunjukan mereka mudah diterima oleh penonton lintas generasi dan bangsa, sekaligus menegaskan peran penting angklung sebagai alat pemersatu.

3. Diplomasi budaya perkuat hubungan Indonesia-Australia

Angklung sebagai Warisan Dunia. (Dok. KJRI Sydney).

Kegiatan peringatan HUT ke-80 RI di Sydney ini tidak hanya memperlihatkan kekayaan seni nusantara, tetapi juga kontribusi diaspora dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Australia. Melalui musik, persahabatan antarbangsa dipererat dan citra positif Indonesia semakin kokoh di mata dunia.

Muhibah Angklung menjadi bukti nyata bagaimana seni tradisi dapat menjembatani perbedaan, menyuarakan harmoni, serta menghadirkan kebanggaan bangsa di panggung internasional.

Editorial Team