Jakarta, IDN Times- Sebanyak 22 negara merilis pernyataan bersama pada Sabtu (21/3/2026), untuk membantu mengamankan pelayaran di Selat Hormuz. Koalisi yang mencakup Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Inggris, Jerman, Prancis, dan Jepang ini mengecam blokade de facto oleh pasukan Iran dan menentang serangan terhadap armada kapal komersial serta berbagai infrastruktur sipil di kawasan Teluk.
Gangguan navigasi di Selat Hormuz telah menyebabkan lalu lintas pelayaran di wilayah perairan tersebut anjlok drastis. Data analitik Kpler mencatat hanya ada 116 pelintasan kapal pengangkut komoditas maritim antara 1 hingga 19 Maret. Angka tersebut menunjukkan penurunan hingga 95 persen jika dibandingkan dengan rata-rata pelayaran pada masa damai.
