Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inggris Siap Pimpin Operasi Gabungan untuk Buka Selat Hormuz

Inggris Siap Pimpin Operasi Gabungan untuk Buka Selat Hormuz
potret bendera Inggris (unsplash.com/David Clode)
Intinya Sih
  • Inggris siap memimpin operasi gabungan bersama lebih dari 30 negara untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memastikan jalur perdagangan minyak aman dari ancaman Iran.
  • Iran telah mengizinkan kapal berlayar di Selat Hormuz, namun tetap menutup akses bagi AS dan Israel serta memperketat izin pelayaran karena situasi keamanan belum stabil.
  • Pejabat AS menuding Iran masih memasang ranjau di sekitar selat, sementara Presiden Donald Trump berjanji segera membebaskan Selat Hormuz agar kapal dagang bisa melintas bebas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Angkatan laut Pemerintah Inggris menyatakan siap memimpin operasi gabungan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran. Untuk melakukan hal tersebut, Inggris bersama sekutu lainnya siap mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan agar kapal-kapal dagang, terutama kapal minyak, bisa berlayar di selat tersebut tanpa ancaman dari Iran.

"Kami memiliki kemampuan terdepan di dunia dalam hal perburuan ranjau otonom dan kemampuan kapal perusak yang fantastis dengan Tipe 45 kami. Kami juga memiliki pengembangan konsep angkatan laut hibrida yang memberi kami peluang untuk menghindari membahayakan orang demi membantu mengamankan selat," bunyi pernyataan resmi angkatan laut Inggris pada Selasa (24/3/2026), seperti dilansir Anadolu Agency

1. Lebih dari 30 negara bersedia melakukan operasi gabungan di Selat Hormuz

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Sebelum ini, sebanyak lebih dari 30 negara, termasuk Inggris, Uni Emirat Arab, Prancis, Jerman, Kanada, dan Australia telah menyatakan siap melakukan operasi gabungan untuk membuka dan mengamankan Selat Hormuz dari ancaman Iran. Kesiapan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang sudah ditandatangani beberapa waktu lalu. Inggris sendiri berperan sebagai pionir yang membuat pernyataan tersebut. 

Langkah ini dilakukan agar kapal-kapal minyak bisa kembali berlayar di Selat Hormuz tanpa ancaman dari Iran. Jika kapal minyak bisa berlayar dengan bebas di selat tersebut, maka pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global akan lancar. Jika pasokan lancar, maka harga minyak global akan menurun sehingga krisis energi seperti yang kini sedang terjadi bisa segera teratasi. 

"Untuk membangun koalisi ini dan mengembangkan momentum sehingga segera setelah kondisinya tepat, kita dapat membuka jalur aman melalui Selat Hormuz dan memberikan jaminan kepada kapal dagang," bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Inggris dilansir The Guardian

2. Iran sudah mengizinkan kapal untuk berlayar di Selat Hormuz

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)

Saat ini, Iran sebetulnya sudah mengizinkan kapal minyak untuk berlayar di Selat Hormuz. Namun, Iran tetap menutup selat tersebut untuk Amerika Serikat dan Israel karena mereka merupakan negara yang memicu terjadinya perang.

Dilansir Jerusalem Post, agar bisa berlayar di Selat Hormuz, kapal-kapal harus meminta izin kepada militer Iran terlebih dahulu. Ini dilakukan karena Iran masih memperketat pengamanan di sana.

Meski sudah diizinkan Iran, banyak kapal-kapal dagang, termasuk kapal minyak, yang hingga kini masih enggan berlayar di Selat Hormuz. Sebab, situasi di selat tersebut masih belum aman karena perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut. 

3. AS menyebut Iran masih memasang ranjau di Selat Hormuz

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Namun, seorang pejabat AS mengatakan Iran saat ini masih menutup Selat Hormuz. Sebab, menurutnya, negara mayoritas Islam Syiah tersebut masih memasang banyak ranjau di sekitar selat tersebut. Ranjau-ranjau ini tentu akan berbahaya bagi kapal-kapal yang melintas di sana. 

Meski begitu, Presiden AS, Donald Trump, menegaskan akan segera membebaskan Selat Hormuz dari ancaman Iran. Ia juga berjanji bahwa selat tersebut akan segera dibuka agar kapal-kapal dagang dan kapal minyak bisa berlayar dengan bebas di sana. 

“Itu (Selat Hormuz) akan segera kami buka,” ujar Trump dilansir CBS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More