Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan merasa frustrasi terhadap kegagalan intelijen Mossad. Janji lembaga tersebut untuk memicu pemberontakan massal di Iran pada awal perang belum membuahkan hasil.
Laporan The New York Times pada Senin (23/3/2026) menyebutkan skenario itu sempat membuat Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump optimis untuk memulai perang. Awalnya, mereka yakin operasi intelijen mampu meruntuhkan pemerintah Iran dengan cepat.
"Kini, Trump bisa saja memutuskan untuk menghentikan operasi militer kapan saja jika operasi Mossad tak kunjung membuahkan hasil" keluh Netanyahu, dilansir The Times of Israel.
