Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Human Rights Watch Desak Hungaria Tangkap Netanyahu saat Berkunjung

Human Rights Watch Desak Hungaria Tangkap Netanyahu saat Berkunjung
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • HRW mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu saat kunjungan resmi, sesuai surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang dan kemanusiaan di Gaza sejak Oktober 2023.
  • Hungaria dikritik karena tetap menyambut Netanyahu meski berstatus anggota ICC, sementara rencana penarikan diri dari perjanjian itu menuai kecaman dari pakar hukum dan masyarakat sipil.
  • HRW juga mengecam operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Iran yang menewaskan ribuan orang serta menyerukan penghormatan terhadap supremasi hukum dan keadilan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Human Rights Watch (HRW) meminta otoritas Hungaria untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat kunjungannya ke negara tersebut. Kunjungan itu dijadwalkan dimulai pada Sabtu (21/3/2026).

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebelumnya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada 2024 atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang di Gaza sejak Oktober 2023. Negara-negara anggota ICC wajib menangkap mereka jika memasuki wilayahnya.

“Meskipun telah mengambil langkah untuk keluar dari ICC, Hungaria masih menjadi negara anggota dan tetap berkewajiban untuk menangkap serta menyerahkan individu yang dicari oleh pengadilan tersebut,” kata Alice Autin, peneliti keadilan internasional di HRW pada Jumat (20/3/2026).

1. Netanyahu tidak ditangkap dalam kunjungan sebelumnya ke Hungaria

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2017 (U.S. Embassy Tel Aviv, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2017 (U.S. Embassy Tel Aviv, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Netanyahu sebelumnya sempat mengunjungi Hungaria pada April 2025, tapi tidak ada upaya penangkapan. Hungaria telah secara resmi mengumumkan rencananya untuk menarik diri dari perjanjian ICC, yang akan berlaku mulai 2 Juni. Keputusan ini memicu kritik keras dari para ahli hukum internasional dan masyarakat sipil.

“Dengan mengabaikan kewajiban ini, untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu tahun, Hungaria akan semakin memperkuat impunitas atas kejahatan serius di Palestina dan sekali lagi mengkhianati para korban yang telah terlalu lama tidak mendapatkan keadilan,” kata Autin.

2. HRW kritik sikap diam Uni Eropa

bendera Hungaria
bendera Hungaria (pexels.com/Edvin Gál)

HRW juga menyerukan kepada Uni Eropa (UE) dan dan negara-negara anggota ICC lainnya untuk menekan Hungaria agar membatalkan penarikannya dan bekerja sama dengan pengadilan tersebut. Organisasi hak asasi manusia internasional itu mendesak semua negara anggota harus berkomitmen melaksanakan semua surat perintah ICC yang masih berlaku, tanpa memandang siapa pun yang menjadi targetnya.

“Pemerintahan (Perdana Menteri Viktor) Orban akan kembali menggelar karpet merah untuk Netanyahu, padahal mereka wajib menangkapnya,” kata Autin.

Menurutnya, sikap diam terus-menerus dari UE berisiko mengirimkan pesan berbahaya berupa pembiaran, sementara pemerintah Israel terus melakukan berbagai kekejaman.

3. HRW kecam serangan Israel terhadap Iran, Lebanon dan Gaza

serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

HRW juga mengecam operasi militer Israel yang sedang berlangsung di Lebanon, Gaza, dan Iran, seraya menyoroti kebutuhan mendesak untuk menghormati supremasi hukum dan mendukung upaya keadilan yang kredibel.

Dilansir dari Anadolu, lebih dari 1.400 orang dilaporkan tewas di Iran sejak Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan perang terhadap Teheran pada 28 Februari. Iran membalasnya dengan melancarkan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Pada 2 Maret, militer Israel meningkatkan serangan terhadap Lebanon setelah kelompok Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam konflik tersebut.

Pada Oktober 2023, Israel melancarkan perang genosida di Gaza, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 71 ribu warga Palestina, melukai lebih dari 172 ribu lainnya dan menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut. Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025, serangan Israel masih terus berlanjut setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More