Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Netanyahu: Perang Belum Usai sebelum Iran Stop Program Senjata Nuklir
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan perang dengan Iran belum berakhir karena Teheran belum menghentikan program senjata nuklir dan menyerahkan uranium kepada Amerika Serikat.
  • Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump tetap bersikeras bahwa perdamaian hanya bisa tercapai jika Iran menghentikan program nuklirnya dan menyerahkan seluruh uranium yang dimiliki.
  • Iran sempat menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian proposal damai, namun tawaran itu ditolak Trump karena tidak mencakup penghentian program senjata nuklir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut perang dengan Iran masih belum usai. Sebab, menurutnya, meski negosiasi perdamaian sedang berjalan, Iran masih enggan menghentikan program senjata nuklir dan memberikan semua uraniumnya ke AS.

Menurut Netanyahu, perang hanya bisa berakhir jika Iran sudah mau menghentikan program senjata nuklir dan memberikan semua uraniumnya ke AS. Sebab, kedua hal tersebut merupakan syarat utama yang diberikan AS ke Iran agar perang bisa berakhir. Oleh karena itu, ia mendesak Teheran untuk segera memenuhi keinginan Washington.

“Saya pikir, ini telah mencapai banyak hal, tetapi belum selesai. Sebab, masih ada material nuklir, uranium, yang harus dikeluarkan dari Iran,” kata Netanyahu dalam sebuah wawancara di acara 60 Minutes bersama CBS News yang dirilis pada Minggu (10/5/2026), seperti dikutip The Hill.  

1. AS selalu meminta Iran menghentikan program senjata nuklir dan menyerahkan uranium

ilustrasi senjata nuklir (pexels.com/Aseem Borkar)

Dalam proposal perdamaian yang diberikan ke Iran, AS memang selalu menuntut mereka untuk menghentikan program senjata nuklir dan menyerahkan uranium. Presiden AS, Donald Trump, bersikukuh Iran harus memenuhi kedua tuntutan itu jika ingin perang usai. 

Menurut Trump, Iran harus menghentikan program senjata nuklirnya karena bisa mengancam keamanan global, khususnya di Kawasan Timur Tengah. Iran juga harus menyerahkan uraniumnya ke AS agar mereka tidak bisa memproduksi senjata nuklir. Sebab, uranium merupakan bahan utama untuk membuat senjata tersebut. 

Alih-alih setuju, Iran tetap teguh pendirian. Negara mayoritas Islam syiah tersebut menolak keras penghentian program senjata nuklir dan pemberian uranium mereka kepada AS. Pada April lalu, Pemerintah Iran dengan tegas mengatakan bahwa uranium milik mereka tidak bisa dikuasai oleh negara mana pun, termasuk Negeri Paman Sam.    

2. Iran pernah memberikan tawaran lain ke AS

potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)

Untuk mengatasi masalah tersebut, Iran lantas memberikan tawaran lain ke AS. Tawaran itu termaktub dalam proposal perdamaian yang diberikan ke AS lewat perantara Pakistan pada 26 April lalu.  

Menurut laporan Axios yang dikutip Jerusalem Post, proposal perdamaian tersebut berisi kesediaan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebab, pembukaan selat tersebut juga menjadi salah satu syarat perdamaian yang diberikan AS ke Iran beberapa waktu lalu. 

Iran sendiri saat ini masih menutup Selat Hormuz secara penuh. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes karena AS melanjutkan blokade terhadap semua pelabuhan milik mereka. 

3. Trump menolak tawaran Iran untuk membuka Selat Hormuz

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan istrinya, Melania Trump (kanan) (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Namun, proposal itu ditolak mentah-mentah oleh Trump. Sebab, menurutnya, proposal itu tidak berbicara soal penghentian program senjata nuklir Iran.   

Menurut seorang pejabat AS, Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin perang segera usai. Sebab, itu merupakan syarat perdamaian utama yang diberikan AS ke Iran beberapa waktu lalu.  

Kendati kurang puas, Trump mengaku proposal yang diberikan Iran sudah lebih baik daripada proposal-proposal sebelumnya. “Mereka mengusulkan banyak hal. Namun, itu belum cukup (bagi AS),” ucap Trump dilansir Times of Israel

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team