Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Netanyahu Minta AS Batasi Waktu Negosiasi Damai Israel-Lebanon

Netanyahu Minta AS Batasi Waktu Negosiasi Damai Israel-Lebanon
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari)
Intinya Sih
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta AS membatasi waktu negosiasi damai Israel-Lebanon hanya dua hingga tiga pekan agar prosesnya cepat dan tidak berlarut.
  • Netanyahu mengancam akan memperluas operasi militer di Lebanon jika negosiasi melewati batas waktu, meski AS menegaskan agar aktivitas militer dibatasi selama gencatan senjata.
  • Israel dan Lebanon telah menyepakati serta memperpanjang gencatan senjata tiga pekan melalui mediasi AS, dengan Trump menyerukan semua pihak mematuhi kesepakatan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu meminta Amerika Serikat (AS) yang berperan sebagai mediator untuk membatasi waktu negosiasi damai antara Israel dan Lebanon yang kini sedang berlangsung. Permintaan tersebut disampaikan Netanyahu saat menelepon Presiden AS, Donald Trump, pada Rabu (29/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Netanyahu meminta Trump untuk membatasi waktu negosiasi Israel dan Lebanon selama selama 2 atau 3 pekan saja. Pembatasan waktu ini dibutuhkan agar proses negosiasi berjalan cepat dan efektif. Sebab, jika tidak diberi tenggat waktu, negosiasi Israel dan Lebanon berpotensi molor. Ini tentu akan membuat konflik di antara kedua negara jadi makin alot. 

1. Netanyahu ingin perluas operasi militer di Lebanon jika negosiasi alot

Netanyahu Minta AS Batasi Waktu Negosiasi Damai Israel-Lebanon
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/Chatham House via commons.wikimedia.org/Chatham House)

Netanyahu menambahkan, jika negosiasi damai dengan Lebanon berjalan alot hingga melebihi batas waktu, ia akan memerintahkan pasukannya untuk memperluas operasi militer di Lebanon. Terlebih, saat ini, Hizbullah juga masih melakukan perlawanan meski sudah ada gencatan senjata. 

Namun, rencana tersebut berpotensi ditolak oleh AS. Sebab, Trump sebelumnya sudah mewanti-wanti Israel untuk membatasi aktivitas militernya di Lebanon selama gencatan senjata berlangsung. Langkah ini dilakukan agar proses gencatan senjata berjalan lancar sehingga perdamaian bisa segera diraih.

2. Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata berkat mediasi AS

Netanyahu Minta AS Batasi Waktu Negosiasi Damai Israel-Lebanon
ilustrasi gencatan senjata (commons.wikimedia.org/Kidfly182)

Israel dan Lebanon sendiri sudah menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari pada 16 April 2026. Kesepakatan tersebut diraih berkat negosiasi damai yang digelar Israel dan Lebanon pada 14 April. Negosiasi tersebut digelar di AS yang berperan sebagai mediator.  

Gencatan senjata ini membuat Lebanon kini bisa bernapas lega. Sebab, mereka sudah berulang kali diserang Israel yang ingin membasmi milisi Hizbullah. Serangan ini sudah terjadi sejak 2 Maret. Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.509 orang, sedangkan 7.755 lainnya mengalami luka-luka. 

3. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang

Netanyahu Minta AS Batasi Waktu Negosiasi Damai Israel-Lebanon
potret bendera Israel (kanan) dan Lebanon (kiri) (commons.wikimedia.org/Danielrosehill)

Saat ini, gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang selama tiga pekan. Kesepakatan tersebut diraih usai delegasi Israel dan Lebanon menggelar pertemuan yang dimediasi oleh AS di Washington DC pada Kamis (23/4/2026) waktu AS atau Jumat (24/4/2026) waktu Indonesia pekan lalu. 

“Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu,” tulis Trump di Truth Social, seperti dilansir CNBC

Oleh karena itu, Trump meminta Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata yang sudah disepakati Israel dan Lebanon. Ia juga berjanji akan melindungi Lebanon dari ancaman Hizbullah yang kerap membuat onar.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More