Jakarta, IDN Times - Pemerintah Nikaragua membebaskan sekitar 40 tahanan politik berdasarkan keterangan dua aktivis, pada Sabtu (29/11/2025). Mereka menyatakan bahwa para tahanan tidak akan memperoleh kebebasan penuh setelah keluar dari penjara.
Pembebasan ini menambah daftar panjang langkah pemerintah yang menuai sorotan terkait dugaan represi politik. Otoritas setempat juga menetapkan kewajiban baru bagi para tahanan setelah pembebasan itu diberlakukan.
