Comscore Tracker

Kosovo: Razia Penyelundupan Berujung Bentrok, Puluhan Luka

10 orang di antaranya merupakan orang Serbia

Jakarta, IDN Times – Telah terjadi kerusuhan antara polisi Kosovo dengan orang Serbia di Mitrovica, Rabu (13/10/2021). Kerusuhan tersebut bermula dari operasi penggerebekan yang dilakukan untuk menyisir barang-barang ilegal yang diselundupkan oleh orang-orang yang menetap di daerah Mitrovica tersebut, yang mana dihuni oleh minoritas Serbia. 

Akibat insiden bentrok ini, 10 pihak kepolisian Kosovo dan 10 orang Serbia mengalami luka-luka. Untuk menghentikan bentrokan ini, pihak berwenang terpaksa menembakkan gas air mata.

1. Polisi Kosovo mengaku mendapatkan perlawanan senjata saat penggerebekan berlangsung

Melansir Reuters, pihak kepolisian Kosovo mengatakan jika tim petugas yang ditugaskan untuk melancarkan razia penyelundupan di Mitrovica pada Rabu (13/10/2021), mendapatkan perlawanan senjata api dan granat dari orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut.

Terjadinya perlawanan dari orang-orang ini menjadikan awal mula bentrokan terjadi. Kepala Polisi Samedin Mahmeti mengonfirmasi jika 10 orang polisi terluka akibat bentrokan ini.

Tak hanya petugas kepolisian yang terluka, 10 orang Serbia juga mengalami hal yang sama. Bahkan, dari pihak kepala rumah sakit di Mitrovica utara, Zlaten Elek menyebutkan jika salah satu diantaranya mendapatkan tembakan di tulang belikat.

2. Razia penyelundupan ini tidak ditujukan untuk bangsa manapun 

Baca Juga: PM Kosovo Minta Serbia Akui Pelat Kendaraan asal Kosovo

Razia barang penyelundupan yang dilakukan kepolisian Kosovo ini murni karena ingin menyisir barang-barang selundupan yang berhasil masuk di wilayahnya.

Melansir Radio Free Europe Radio Liberty (RFERL), Menteri Dalam Negeri Kosovo, Xelal Svecla, membantah pernyataan jika penyisiran tersebut ditujukan untuk warga Serbia setempat. Dengan menyebutkan jika operasi kepolisian tersebut sebagian besar juga menangkap pelaku penyelundupan asal Albania.

Svecla menyebutkan jika operasi ini “tidak ditujukan terhadap kebangsaan mana pun.” Artinya, mereka rata dalam menjalankan operasi ini, tidak memiliki tujuan tertentu dalam memojokkan sebuah etnis atau suku.

“Operasi ini ditujukan terhadap penjahat yang menyelundupkan barang secara illegal di Kosovo. Sebagian besar dari mereka yang ditangkap adalah orang Albania, sebagian besar yang dicari adalah orang Albania,” kata Svecla dalam konferensi pers di Pristina yang dikutip melalui laman Radio Free Europe Radio Liberty (RFERL).

Pertemuan kemudian dilakukan di kota perbatasan Serbia, Raska, yang dihadiri oleh Presiden Aleksandar Vucic dan juga oleh menteri pertahanan dan dalam negeri beserta komandan militer. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Kosovo berusaha meyakinkan orang Serbia dari Kosovo utara bahwa Beograd mendukung mereka.

“Dalam perjuangan di mana kita harus melindungi kehidupan anak-anak kita. Kitaa tidak hanya akan melindungi mereka, tetapi kita akan menang,” kata Vucic kepada orang-orang Serbia, yang merasa terintimidasi.

3. Uni Eropa memperingatkan kekerasan dan ketegangan baru yang terjadi antara Kosovo dan Serbia

Bentrokan pada hari Rabu (13/10/2021) tersebut terjadi hanya beberapa minggu setelah penyelesaian perselisihan lain antara Kosovo dan Serbia. Perselisihan kala itu ialah mengenai persyaratan pemakaian plat nomor yang akan diberlakukan Kosovo untuk warga Serbia.

Orang-orang suku Serbia yang menetap di Kosovo pun menolak keras aturan tersebut. Mereka melakukan pemblokadean di bagian perbatasan. Pihak Serbian pun merespon dengan mengirim jet tempur dan helikopter terbang di sepanjang perbatasan. Hal yang sama juga dilakukan Kosovo dengan mengirim polisi anti huru hara ke wilayah tersebut.

Sebagai upaya dalam menengahi ketegangan ini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menyerukan untuk diakhirinya kekerasan.

“Insiden kekerasan di Kosovo bagian utara harus segera dihentikan. Tindakan sepihak dan tidak terkoordinasi dapat membahayakan stabilitas, ini tidak dapat diterima,” tulis Borrell di laman twitternya.

“Semua masalah terbuka harus ditangani melalui dialog yang difasilitasi Uni Eropa,” tambah Borrell.

Hal yang sama juga dilakukan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS dengan menyebutkan untuk menciptakan ketenangan setelah bentrokan terjadi.

“Amerika Serikat mendesak untuk ketenangan dalam menanggapi peristiwa di Kosovo hari ini. Kami akan terus bekerja dengan mitra Uni Eropa dan NATO untuk membantu semua pihak dalam mempertahankan kemajuan dan menormalkan hubungan serta mengurangi ketegangan,” ucapnya dikutip dari Radio Free Europe Radio Liberty (RFERL).

Baca Juga: Jurnalis Investigasi Kosovo Diserang Oleh 3 Pria

Nurul Huda Rahmadani Photo Verified Writer Nurul Huda Rahmadani

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya