Jakarta, IDN Times -Studi terbaru dari Perpustakaan Parlemen Nasional Jepang menunjukkan tren kontras dalam keterwakilan perempuan di kabinet. Meski rata-rata global meningkat signifikan dari 14,2 persen menjadi 22,9 persen dalam dua dekade terakhir, tetapi Jepang justru merosot dan menjadi yang terendah di antara negara-negara G7.
Analisis ini mengacu pada data dari 189 negara yang dirilis oleh badan PBB untuk kesetaraan gender per 1 Januari 2025. Dilaporkan, jumlah negara dengan minimal 30 persen menteri perempuan melonjak dari 17 menjadi 62 negara. Sebaliknya, negara tanpa menteri perempuan berkurang dari 19 menjadi hanya 9 negara, dilansir The Straits Times pada Minggu (19/4/2026).
