Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gempa Lumpuhkan Layanan Shinkansen Jepang, Ratusan Rumah Tanpa Listrik

Gempa Lumpuhkan Layanan Shinkansen Jepang, Ratusan Rumah Tanpa Listrik
ilustrasi shinkansen di Jepang (unsplash.com/Fikri Rasyid)
Intinya Sih
  • Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang Jepang pada Senin, menyebabkan sekitar 100 rumah padam listrik dan layanan Shinkansen di beberapa jalur utama ditangguhkan.
  • Pemerintah meminta warga tetap berada di daerah tinggi setelah gelombang tsunami pertama menghantam Prefektur Iwate dan memperingatkan potensi gelombang susulan yang lebih besar.
  • Badan Meteorologi Jepang dan NHK mengingatkan kemungkinan gempa serupa dalam sepekan serta risiko tanah longsor, sementara Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, memberikan informasi terbaru mengenai gempa yang mengguncang Negeri Sakura pada Senin (20/4/2026). Gempa menyebabkan sekitar 100 rumah mengalami pemadaman listrik.

Tak hanya itu, beberapa layanan kereta cepat juga ditangguhkan. dan mengatakan warga harus tetap berada di daerah tinggi sampai peringatan tsunami dicabut. Beberapa jalur yang melayani ibu kota, Tokyo, terpengaruh. Ini termasuk jalur Tohoku Shinkansen, jalur Yamagata Shinkansen, dan Akita Shinkansen.

Warga diminta tetap berlindung, terlebih usai gelombang tsunami perdana menghantam Perfektur Iwate. Diperkirakan gelombang tsunami selanjutnya yang lebih besar akan menghantam wilayah tersebut.

Lembaga penyiaran negara, NHK melaporkan, Badan Meteorologi Jepang memperingatkan gempa bumi skala serupa dengan gempa berkekuatan 7,5 magnitudo hari ini, dapat terjadi dalam seminggu ke depan.

“Peringatan seperti ini adalah prosedur standar setelah gempa bumi besar,” lapor NHK.

Para pejabat memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap tanah longsor atau gempa bumi serupa di akhir pekan ini. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi mengatakan, tsunami yang lebih besar masih dapat terjadi setelah gelombang pertama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in News

See More