Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Kemlu RI: Tak Ada WNI Jadi Korban

- Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang pesisir Sanriku, Jepang, pada Senin sore dan memicu peringatan tsunami di Prefektur Aomori, Iwate, serta sebagian wilayah Hokkaido.
- Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Tokyo memastikan belum ada laporan WNI yang menjadi korban atau terdampak akibat gempa maupun potensi tsunami tersebut.
- KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan komunitas WNI di wilayah terdampak, membuka hotline darurat, dan mengimbau warga untuk mengikuti arahan otoritas setempat secara ketat.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi adanya peringatan tsunami di sejumlah wilayah Jepang setelah gempa bumi magnitudo 7,5 mengguncang pesisir Sanriku pada Senin (20/4/2026) pukul 16.52 waktu setempat. Peringatan tersebut mencakup Prefektur Aomori, Iwate, serta sebagian wilayah Hokkaido.
Informasi ini diterima melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo yang langsung memantau perkembangan situasi di lapangan. Hingga saat ini, belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak akibat gempa maupun potensi tsunami tersebut.
“Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Tokyo telah menerima informasi terkait adanya peringatan bencana tsunami di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido pasca terjadinya gempa bumi di pesisir Sanriku,” kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah dalam pernyataan resmi yang disampaikan.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif, terutama dengan komunitas WNI di wilayah yang terdampak peringatan. Komunikasi dengan berbagai simpul masyarakat Indonesia di Jepang terus diperkuat guna memastikan keselamatan seluruh WNI.
“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa. Untuk itu, KBRI sedang dan terus lakukan komunikasi lebih lanjut dengan simpul-simpul masyarakat khususnya di Prefecture Aomori dan Iwate,” lanjut Heni.
Di tengah situasi ini, WNI yang berada di wilayah terdampak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Pemerintah Jepang diketahui telah mengeluarkan peringatan tsunami yang harus dipantau secara berkala oleh masyarakat.
“Kami mengimbau WNI yang berada di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido untuk terus memonitor dari dekat Tsunami Warning dan melakukan upaya-upaya sesuai dengan imbauan dari Pemerintah Setempat,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, KBRI Tokyo juga membuka jalur komunikasi darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan. Dalam kondisi mendesak, warga dapat menghubungi hotline yang telah disediakan.
“Dalam keadaan darurat dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo melalui +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419,” ucap dia.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah terdampak masih terus dipantau. Sementara itu, otoritas Jepang dan KBRI Tokyo tetap siaga menghadapi kemungkinan perkembangan lanjutan.
















