Jakarta, IDN Times - Militer Israel dilaporkan menjatuhkan bahan kimia tak diketahui di wilayah dekat Garis Biru di Lebanon selatan, memaksa Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menarik diri dari sekitar sepertiga wilayah operasi mereka.
Dalam pernyataan pada Senin (2/2/2026), UNIFIL mengatakan bahwa pasukan Israel, pada Minggu (1/2/2026), memberi tahu misi tersebut mengenai rencana operasi udara yang melibatkan penyemprotan zat kimia di dekat garis yang ditandai PBB sebagai batas penarikan pasukan Israel dari Lebanon pada 2000. Pasukan penjaga perdamaian kemudian diinstruksikan untuk mundur dari area tersebut, sehingga puluhan kegiatan mereka terpaksa dibatalkan.
“Pasukan penjaga perdamaian tidak dapat melakukan operasi normal di dekat Garis Biru sepanjang sekitar sepertiga dari total panjangnya dan baru dapat melanjutkan aktivitas normal setelah lebih dari 9 jam,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari The New Arab.
