- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/27/tv-presenter-killed-in-israeli-strike-in-southern-lebanon-hezbollah
- https://www.middleeasteye.net/news/israel-kills-tv-presenter-two-others-lebanon
Serangan Israel Tewaskan Presenter Televisi di Lebanon Selatan

- Nour el-Din dituding sebagai anggota Hizbullah.
- Lebih dari 350 orang di Lebanon tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata.
- Hizbullah nyatakan dukungan kepada Iran terkait ancaman AS.
Jakarta, IDN Times - Seorang presenter televisi tewas akibat serangan Israel di kota Tirus, Lebanon selatan, pada Senin (26/1/2026). Korban diketahui bekerja untuk stasiun TV Al-Manar yang berafiliasi dengan kelompok Hizbullah.
Menteri Penerangan Lebanon, Paul Morcos, mengutuk pembunuhan presenter Ali Nour el-Din, dengan mengatakan bahwa serangan itu merupakan bagian dari pelanggaran berulang Israel terhadap hukum internasional.
“Kami menyatakan solidaritas dan belasungkawa kepada keluarga besar media, serta menyerukan kepada komunitas internasional untuk sepenuhnya menjalankan tanggung jawabnya dan mengambil langkah-langkah mendesak guna mengakhiri pelanggaran-pelanggaran ini dan memastikan perlindungan bagi para profesional media di Lebanon,” tulisnya di media sosial.
1. Nour el-Din dituding sebagai anggota Hizbullah

Sementara itu, Hizbullah mengatakan pembunuhan Nour el-Din, yang juga seorang penceramah di Al-Hawsh, kawasan pinggiran Tirus, menunjukkan eskalasi berbahaya Israel yang semakin meluas di Lebanon hingga melibatkan komunitas media.
“Penargetan terhadap jurnalis yang gugur, Ali Nour el-Din, menandakan bahaya berlanjutnya agresi musuh, yang kini menyasar media dalam segala bentuknya sebagai kelanjutan dari kebijakan pembunuhan sistematis serta upaya membungkam suara kebenaran dan kebebasan,” demikian pernyataan kelompok tersebut, dikutip dari Al Jazeera.
Tak lama kemudian, militer Israel mengonfirmasi pembunuhan Nour el-Din, yang digambarkannya sebagai anggota Hizbullah.
Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), sebelum tewasnya Nour el-Din, sedikitnya enam jurnalis Lebanon telah terbunuh akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2023. Kelompok pemantau lain menyebut jumlah jurnalis Lebanon yang tewas mencapai 10 orang.
2. Lebih dari 350 orang di Lebanon tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata

Dalam insiden terpisah, satu orang juga tewas akibat serangan udara Israel di Tirus. Sementara itu, di Kfar Rumman, dekat kota Nabatieh, dua orang lainnya tewas setelah mobil mereka dihantam serangan drone Israel. Salah satu korban merupakan warga negara Mesir, dilansir dari MEE.
Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) pada November 2024, mengakhiri lebih dari setahun pertempuran yang memberikan pukulan besar terhadap kepemimpinan dan kemampuan Hizbullah.
Meski demikian, Israel masih terus melancarkan serangan ke Lebanon dan mempertahankan pasukannya di lima lokasi di wilayah selatan negara itu. Sejak gencatan senjata diberlakukan, Lebih dari 350 orang di Lebanon dilaporkan tewas akibat serangan Israel. Sementara itu, pemerintah Lebanon menghadapi tekanan yang semakin besar dari AS dan Israel untuk melucuti senjata Hizbullah.
3. Hizbullah nyatakan dukungan kepada Iran terkait ancaman AS

Pada Senin, Hizbullah menyerukan kepada para pendukungnya untuk berkumpul di basis-basis kekuatannya di seluruh Lebanon guna menunjukkan dukungan bagi sekutunya, Iran, yang menurut kelompok itu tengah menghadapi sabotase dan ancaman dari AS.
Seruan ini disampaikan seiring tibanya satu gugus tempur kapal induk AS di Timur Tengah, sementara Presiden AS, Donald Trump, terus melontarkan ancaman akan menyerang Iran sebagai respons atas protes antipemerintah yang melanda negara itu. Teheran sendiri telah memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons keras yang dapat berdampak pada seluruh kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan bahwa kelompoknya tidak akan bersikap netral dalam konfrontasi antara Israel dan Iran, meskipun tidak secara tegas menyatakan akan mendukung Teheran secara militer jika perang pecah. Ia juga menilai bahwa Israel kemungkinan akan menyerang Lebanon sebelum atau sesudah melancarkan perang terhadap Iran.
“Menghadapi berbagai kemungkinan yang serupa dan saling terkait ini, serta menghadapi agresi yang tidak membedakan di antara kami, kami prihatin dengan apa yang terjadi dan menjadi sasaran kemungkinan agresi tersebut dan bertekad untuk membela diri,” kata Qassem.




-0SC464TrkjSNfeqC5VmmzMr5tjDG7IVI.jpg)












![[QUIZ] Apakah Kamu Cocok Jadi Warga New York? Cek Pengetahuanmu seputar Amerika Serikat Disini!](https://image.idntimes.com/post/20241221/cxasxaasds-min-294a6e9ef836743a8b3d12a27dc98222.png)
