Jakarta, IDN Times - Paus Leo menyerukan agar Venezuela tetap menjadi negara merdeka dan berdaulat setelah Amerika Serikat (AS) menggulingkan Presiden Nicolas Maduro melalui operasi militer yang berujung pada penangkapannya. Seruan tersebut disampaikan dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus pada Minggu (4/1/2026). Paus menyatakan mengikuti perkembangan situasi di Venezuela dengan jiwa yang penuh keprihatinan.
Paus Leo, yang merupakan Paus pertama asal AS, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum sebagaimana dijamin dalam konstitusi Venezuela. Pernyataannya menjadi tanggapan resmi pertama dari Vatikan terhadap langkah Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa AS akan mengendalikan Venezuela setelah penangkapan Maduro.
