Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut serangan massal milisi Rapid Support Forces (RSF) di Kota El-Fasher, Negara Bagian Darfur, Sudan, pada akhir Oktober 2025 lalu sudah mengarah pada tindakan genosida. Pernyataan tersebut diumumkan langsung oleh PBB dalam hasil penyelidikan yang dirilis pada Kamis (19/2/2026) siang waktu setempat.
“Skala, koordinasi, dan dukungan publik terhadap operasi tersebut oleh pimpinan senior RSF menunjukkan bahwa kejahatan yang dilakukan di dalam dan sekitar El-Fasher bukanlah tindakan berlebihan yang tidak direncakan dalam perang. Kejahatan tersebut merupakan bagian dari operasi yang direncanakan dan terorganisir serta memiliki ciri khas genosida,” kata Ketua Misi Penyelidikan PBB di Sudan, Mohamed Chande Othman, dilansir laman resmi PBB.
