Jakarta, IDN Times - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Lebanon melaporkan bahwa lebih dari 25 ribu pekerja migran di Lebanon terlantar karena tidak diberikan akses ke tempat penampungan yang dikelola pemerintah. Situasi mereka menjadi semakin sulit lantaran mereka ditinggalkan tanpa uang tunai atau paspor.
"Mencari keselamatan selalu lebih sulit bagi para migran. Mereka yang tidak memiliki status resmi, dokumen, atau surat-surat cenderung enggan mencari bantuan karena takut ditangkap atau dideportasi," kata Mathieu Luciano, kepala IOM di Lebanon, kepada The National.
"IOM memperkirakan sekitar 25 ribu migran telah terdampak oleh konflik ini. Mayoritas dari mereka sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk tempat tinggal, makanan, dan dukungan perlindungan," jelasnya.
