Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_2788.jpeg
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di CIFP 2025. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Intinya sih...

  • Pemerintah mulai kerahkan alat berat ke daerah terdampak

  • Prioritas utama tetap penyelamatan warga

  • Presiden Prabowo menginstruksikan keselamatan warga sebagai prioritas utama, diikuti dengan pemetaan kebutuhan pembangunan kembali dan upaya membuka jalur logistik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan pemerintah telah mengirim sejumlah alat berat untuk menangani bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra.

Menurut AHY, pengiriman dilakukan sesegera mungkin agar proses pembersihan material dan pembukaan akses dapat dimulai tanpa menunggu lama. Petugas lapangan juga telah diterjunkan untuk mempercepat penanganan.

Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan alat berat tepat guna dan dikerahkan sesuai kebutuhan di lokasi terdampak. Meski perbaikan infrastruktur menjadi pekerjaan penting, AHY menegaskan pemerintah masih fokus pada operasi penyelamatan dan pemulihan warga.

1. Pemerintah mulai kerahkan alat berat ke daerah terdampak

Potret banjir bandang di Sumatra. (Dok. BNPB)

AHY mengatakan proses distribusi alat berat sudah berjalan sejak Rabu (27/11/2025) untuk mendukung pembersihan material longsor dan membuka jalan yang tertutup. Langkah cepat ini dilakukan untuk memulihkan akses utama yang terputus.

"Kami segera mengirimkan alat-alat yang diperlukan, material sekaligus petugas di lapangan," ujarnya saat ditemui usai memberikan keynote speech di Conference of Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2025, Sabtu (29/11/2025).

Perbaikan fasilitas vital seperti jalan dan jembatan, ditegaskannya, langsung dilakukan begitu kondisi lokasi memungkinkan. Koordinasi lintas kementerian tetap dilakukan agar penanganan berjalan terstruktur dan tidak menghambat operasi tanggap darurat yang masih berlangsung.

2. Prioritas utama tetap penyelamatan warga

Potret banjir bandang di Sumatra. (Dok. BNPB)

AHY menegaskan, arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni keselamatan warga adalah hal yang paling utama. Pemerintah memastikan proses evakuasi korban dan layanan medis berjalan tanpa hambatan.

"Tahapan pertama adalah tanggap darurat dan penyelamatan warga," kata AHY.

Setelah proses penyelamatan selesai, pemerintah mulai memetakan kebutuhan pembangunan kembali. Sebab, hal ini berkaitan dengan pengiriman logistik yang menjadi tantangan karena banyak akses terputus. Di waktu yang bersamaan, pemerintah terus mencari cara agar bantuan bisa sampai ke wilayah terdampak. AHY menambahkan, pembukaan akses juga penting untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih mungkin terjebak di titik-titik terdampak.

3. Korban meninggal menjadi 303 jiwa

Operasi pencarian korban banjir bandang di wilayah OKU Selatan (Dok: Kantor SAR Palembang)

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menimbulkan kerusakan parah sepanjang akhir pekan lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi mengenai kondisi dan situasi pasca-banjir hebat menghantam tiga provinsi di Sumatra dalam waktu berdekatan.

Berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengatakan, Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.

Editorial Team