Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perang (pexels.com/Beyzanur K.)
ilustrasi perang (pexels.com/Beyzanur K.)

Intinya sih...

  • Pemerintah Suriah menuduh pasukan Kurdi meninggalkan kamp tanpa pengamanan

  • Bentrokan kembali pecah di wilayah pinggiran Kobani, provinsi Aleppo

  • Terjadi serangan pesawat tanpa awak yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pasukan pemerintah Suriah memasuki dan mengambil alih kamp penahanan al-Hawl di provinsi Hasakeh pada Rabu (21/1/2026). Penguasaan itu berlangsung setelah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi menarik diri dari area yang mereka kelola selama tujuh tahun. Kamp tersebut menampung sekitar 24 ribu orang dari 42 kewarganegaraan. Penghuni didominasi perempuan dan anak-anak yang memiliki keterkaitan dengan kelompok ISIL, yang juga dikenal sebagai ISIS.

Dari total penghuni, sekitar 14.500 merupakan warga Suriah, hampir 3 ribu warga Irak, serta sekitar 6.500 warga negara asing yang ditempatkan di zona keamanan tinggi. Sebagian besar di antaranya adalah keluarga tersangka pejuang IS atau individu yang diduga terlibat. Pengalihan kendali terjadi usai gencatan senjata selama empat hari disepakati antara pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa dan SDF.

Kesepakatan itu menghentikan dua pekan bentrokan keras yang membuat SDF kehilangan sejumlah wilayah strategis di Suriah utara dan timur, terutama di Deir ez-Zor dan Raqqa yang berpenduduk mayoritas Arab. Pengalihan tanggung jawab tersebut sejalan dengan kesepakatan sejak Maret 2025, ditambah perjanjian terbaru antara al-Sharaa dan komandan SDF Mazloum Abdi. Perjanjian itu mengatur pengambilalihan resmi seluruh tahanan ISIL beserta fasilitas pendukung oleh negara Suriah. Sebelumnya, SDF mengelola kamp ini sejak kekalahan ISIL pada 2019 dengan dukungan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).

1. Saling tuduh soal keamanan tahanan

ilustrasi penjara (pexels.com/RDNE Stock project)

Mazloum Abdi secara terbuka meminta koalisi pimpinan AS tetap bertanggung jawab atas perlindungan fasilitas yang kini berada di bawah kendali pemerintah. Pada saat yang sama, pemerintah Suriah menuduh pasukan Kurdi meninggalkan kamp serta sejumlah penjara tanpa pengamanan memadai sehingga membuka peluang pelarian tahanan. Peristiwa serupa dilaporkan terjadi di penjara Shaddadi, ketika 120 anggota ISIL melarikan diri bertepatan dengan mundurnya SDF, dilansir dari The Guardian.

SDF membantah tudingan bahwa mereka sengaja membiarkan tahanan kabur dari kedua lokasi tersebut. Sebagian besar pelarian dari penjara Shaddadi kemudian berhasil ditangkap kembali oleh pasukan pemerintah.

2. Ketegangan berlanjut di sekitar Kobani

ilustrasi perang (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, kondisi di lapangan belum sepenuhnya kondusif. Bentrokan kembali pecah di wilayah pinggiran Kobani, provinsi Aleppo. Jurnalis Al Jazeera Zein Basravi melaporkan terdengarnya rentetan tembakan serta tembakan anti-pesawat yang diduga untuk menghadang pesawat tanpa awak.

“Kami mendengar suara tembakan, kami mendengar tembakan anti-pesawat dari pihak militer Suriah, kemungkinan besar mencoba menargetkan drone. Situasinya sangat, sangat tegang,” kata Basravi, dikutip dari Al Jazeera.

Kementerian Pertahanan Suriah menyebut tujuh prajurit tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan pesawat tanpa awak yang dituding dilakukan oleh SDF di pedesaan Hasakeh. Serangan tersebut menyasar pasukan yang tengah membersihkan bekas fasilitas penyimpanan bahan peledak dan amunisi pesawat tanpa awak di dekat perbatasan Irak.

3. Perpindahan tahanan dan rencana integrasi

ilustrasi kelompok bersenjata (pexels.com/Ivan Hassib)

SDF masih menguasai sebagian besar dari lebih dari selusin penjara ISIL yang menahan sekitar 9 ribu orang. Di antaranya terdapat Penjara Gweiran di kota Hasakeh sebagai fasilitas terbesar dengan sekitar 4.500 tahanan, serta kamp al-Roj yang menahan Shamima Begum, perempuan kelahiran London yang bergabung dengan IS pada 2015 dan kehilangan kewarganegaraan Inggris pada 2019.

Dalam perkembangan terpisah, militer AS memulai pemindahan tahanan IS dari wilayah timur laut Suriah ke fasilitas aman di Irak. Komando Pusat AS menyatakan 150 anggota IS telah dipindahkan dari provinsi Hasakeh, dengan kemungkinan jumlah keseluruhan mencapai 7 ribu orang.

Pada kesempatan lain, Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan kesiapan untuk mengambil alih pengelolaan kamp al-Hol dan fasilitas tahanan IS lainnya sambil tetap berkoordinasi dengan koalisi pimpinan AS.

Utusan AS untuk Suriah Tom Barrack menyebut peran awal SDF sebagai kekuatan utama melawan ISIL sebagian besar telah berakhir. Ia menilai pemerintah Damaskus bersedia dan berada pada posisi untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan, sekaligus menyebut Damaskus kini menjadi mitra utama Washington di Suriah.

Gencatan senjata memberi ruang bagi SDF menjalankan rencana perdamaian 14 poin. Rencana itu mencakup penyerahan sebagian besar kewenangan pemerintahan kepada Damaskus, pengintegrasian pasukan ke dalam militer Suriah, serta pengawasan wilayah mayoritas Kurdi di timur laut oleh pasukan keamanan lokal, bukan tentara nasional. Kegagalan menerapkan kesepakatan tersebut berpotensi memicu kembali pertempuran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team