Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pasukan AS Bunuh Pemimpin Al-Qaeda dalam Serangan di Suriah

ilustrasi perang (pexels.com/Beyzanur K.)
ilustrasi perang (pexels.com/Beyzanur K.)
Intinya sih...
  • Serangan di Palmyra menewaskan warga AS, termasuk 2 prajurit dan seorang penerjemah.
  • AS melancarkan serangan udara balasan dan meningkatkan tekanan lewat Operasi Hawkeye Strike.
  • AS mendorong penghentian operasi militer di Suriah, koordinasi dengan mitra lokal, dan transisi politik serta dialog.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) menewaskan Bilal Hasan al-Jasim dalam sebuah serangan militer di wilayah barat laut Suriah. Operasi tersebut berlangsung pada Jumat (16/1/2026) dan diumumkan secara resmi pada Sabtu (17/1/2026).

Tokoh yang disebut sebagai pemimpin senior berafiliasi Al-Qaeda itu diketahui memiliki keterkaitan langsung dengan pelaku penembakan dari ISIS yang menyerang wilayah Palmyra pada 13 Desember 2025.

1. Serangan di Palmyra menewaskan warga AS

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Dilansir dari CBS News, insiden penyergapan yang terjadi sebelumnya menewaskan dua prajurit Angkatan Darat AS, yakni Sersan Edgar Brian Torres-Tovar dan Sersan William Nathaniel Howard. Seorang penerjemah sipil asal Amerika juga turut menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain korban tewas, tiga personel militer AS lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sejumlah anggota pasukan Suriah yang terlibat di lapangan juga terluka dalam insiden yang sama.

Komandan CENTCOM Laksamana Muda Brad Cooper menegaskan bahwa kematian operatif teroris yang terlibat dalam tewasnya tiga warga Amerika menunjukkan komitmen AS untuk terus memburu pihak-pihak yang menyerang pasukannya. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pendanaan serangan terhadap warga sipil dan prajurit Amerika tak memiliki tempat aman.

“Kami akan menemukan Anda,” tegas Cooper.

Presiden AS Donald Trump kemudian merespons kejadian itu melalui akun Truth Social miliknya dengan menyampaikan ancaman pembalasan yang serius. Tak lama berselang, militer AS melancarkan serangan udara balasan yang menghantam lebih dari 70 target milik ISIS.

Dilansir dari Fox News, CENTCOM selanjutnya meningkatkan tekanan lewat Operasi Hawkeye Strike berskala besar. Dalam operasi tersebut, pasukan AS bersama mitra koalisi menghancurkan lebih dari 100 fasilitas infrastruktur dan gudang senjata ISIS menggunakan lebih dari 200 munisi berpemandu presisi, sementara sepanjang satu tahun terakhir lebih dari 300 anggota ISIS ditangkap dan lebih dari 20 lainnya tewas di berbagai wilayah Suriah.

2. AS menyerukan penghentian operasi militer di Suriah

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Cooper juga menyampaikan apresiasi AS terhadap berbagai upaya di Suriah yang bertujuan mencegah konflik meluas dan membuka ruang penyelesaian melalui perundingan. Ia secara khusus meminta pemerintah Suriah segera menghentikan operasi militer di kawasan antara Aleppo dan al-Tabqa.

Menurut Cooper, penanganan berkelanjutan terhadap ISIS hanya dapat berjalan efektif apabila terdapat kerja sama erat antara mitra lokal Suriah, pasukan AS, dan koalisi internasional. Ia menilai koordinasi tersebut menjadi kunci untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

“Suriah yang damai dengan dirinya sendiri dan tetangganya sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan,” ujarnya.

3. AS mendorong transisi politik dan dialog Suriah

ilustrasi bendera Suriah (commons.m.wikimedia.org/أبو بكر السوري)
ilustrasi bendera Suriah (commons.m.wikimedia.org/أبو بكر السوري)

Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack sebelumnya mengunjungi Damaskus dan menggelar pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Menteri Luar Negeri Asaad al-Shaibani, serta sejumlah pejabat lainnya. Pertemuan tersebut membahas situasi di Aleppo dan tahapan lanjutan dalam proses transisi besar yang tengah berlangsung di Suriah.

Melalui pernyataan di platform X, Barrack menyampaikan bahwa Trump telah menyetujui pencabutan sanksi agar Suriah memperoleh kesempatan untuk melangkah maju. Ia menegaskan dukungan AS terhadap pemerintahan Suriah dalam upaya menstabilkan negara dan membangun kembali institusi nasional.

“Pemerintah AS menyambut baik transisi bersejarah Suriah dan menyampaikan dukungannya kepada pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa saat bekerja untuk menstabilkan negara, membangun kembali institusi nasional, dan memenuhi aspirasi semua rakyat Suriah akan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran,” tulis Barrack, dikutip dari Fox News.

Barrack juga menegaskan komitmen pemerintah Suriah terhadap kesepakatan integrasi yang ditandatangani pada Maret 2025 bersama Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Meski demikian, ia menyampaikan keprihatinan serius atas sejumlah perkembangan di Aleppo yang dinilai bertentangan dengan kesepakatan tersebut.

Ia menambahkan bahwa AS mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghentikan permusuhan, dan kembali ke dialog sesuai perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Barrack memperingatkan bahwa kekerasan berisiko merusak kemajuan pascarezim Assad dan membuka peluang campur tangan eksternal yang merugikan semua pihak.

“Kekerasan berisiko merusak kemajuan yang telah dicapai sejak jatuhnya rezim Assad dan mengundang campur tangan eksternal yang tidak menguntungkan pihak mana pun. … Tujuan tetap adalah Suriah yang berdaulat dan bersatu—damai dengan dirinya sendiri dan tetangganya—di mana kesetaraan, keadilan, dan kesempatan diberikan kepada seluruh rakyatnya,” tambahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Daftar Wilayah Banjir Jakarta: Jalan Letjen Suprapto Tak Bisa Dilalui!

18 Jan 2026, 09:12 WIBNews