Jakarta, IDN Times - Proses penghitungan suara dalam pemilihan umum di Thailand pada Minggu (8/2/2026) sudah berlangsung. Pemilu kali ini begitu sengit karena menjadi arena pertarungan tiga arah antara visi politik progresif, populis, dan patronase gaya lama.
Pemilu ini diikuti oleh sekitar 53 juta pemilih terdaftar dan berlangsung di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya sentimen nasionalisme di masyarakat Thailand. Meski lebih dari 50 partai politik ikut bertarung, hanya tiga kekuatan utama yang dinilai memiliki jaringan nasional dan popularitas cukup untuk merebut mandat pemerintahan, yakni People’s Party, Bhumjaithai, dan Pheu Thai.
Sesuai konstitusi, Perdana Menteri Thailand akan dipilih oleh mayoritas sederhana dari 500 anggota parlemen terpilih, menjadikan pembentukan koalisi sebagai faktor penentu arah pemerintahan berikutnya.
