Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Thailand Bongkar Penyelundupan Rokok Ilegal Berkedok Jual Minum

Bendera Thailand (unsplash.com/chris robert)
Bendera Thailand (unsplash.com/chris robert)
Intinya sih...
  • Polisi Thailand bongkar kedok bisnis air minum sebagai gudang rokok ilegal
  • Tim gabungan berhasil menyita 20 juta batang rokok ilegal di Hat Yai
  • Jaringan penyelundupan menggunakan bisnis air minum sebagai kedok
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand, Anutin Charnvirakul, memimpin konferensi pers terkait keberhasilan aparat menyita 20 juta batang rokok ilegal di Kantor Distrik Hat Yai, pada Kamis (5/2/2026).

Barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan terhadap jaringan penyelundupan terbesar yang beroperasi di wilayah Thailand selatan.

Operasi gabungan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk memberantas peredaran barang ilegal yang merugikan pendapatan negara dan membahayakan kesehatan masyarakat. Kehadiran jajaran pejabat tinggi kementerian dalam acara tersebut menegaskan komitmen penuh otoritas dalam memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

1. Polisi Thailand bongkar kedok bisnis air minum sebagai gudang rokok ilegal

Tim gabungan di pusat kota Hat Yai berhasil membongkar jaringan penyelundupan rokok berskala besar, setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Dalam operasi tersebut, petugas menggerebek sebuah bangunan yang menjadi pangkalan logistik utama dan menyita lebih dari 2.000 karton atau setara 20 juta batang rokok siap edar. Seluruh barang bukti tersebut tidak memiliki pita cukai resmi dan diduga kuat masuk melalui jalur perbatasan secara ilegal.

Kelompok kriminal ini menggunakan taktik penyamaran yang rapi dengan mengoperasikan bisnis pengisian air minum sebagai kedok untuk menutupi gudang penyimpanan. Selain gudang fisik, aparat menyita 11 unit kendaraan, termasuk van dan truk boks, yang berfungsi sebagai unit penyimpanan bergerak. Armada ini digunakan untuk mendistribusikan barang pada malam hari guna menghindari razia polisi sebelum menyuplai toko-toko ritel di wilayah Songkhla.

Sebanyak 14 orang tersangka yang berperan sebagai koordinator lapangan hingga pengemudi logistik telah diamankan oleh pihak berwenang. Penangkapan ini menjadi langkah signifikan dalam memutus ekosistem perdagangan gelap di wilayah selatan Thailand.

"Penyelidikan akan diperluas untuk mengidentifikasi siapa pun yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan membongkar seluruh jaringan tersebut," ujar Anutin Charnvirakul, dilansir National Thailand.

Kehadiran pejabat tinggi, seperti Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri, Arsit Sampantharat, dan Gubernur Songkhla Ratsada Chidchu, memperkuat koordinasi antar lembaga dalam penanganan kasus ini. Saat ini, otoritas tengah mendalami aliran dana untuk melacak otak intelektual serta penyandang dana logistik tersebut. Penyidik meyakini bahwa jaringan ini memiliki keterkaitan dengan sindikat internasional yang beroperasi melintasi batas negara tetangga.

2. Penyelundupan rokok ilegal rugikan negara dan ancam kesehatan publik

Praktik penyelundupan 20 juta batang rokok di Thailand diperkirakan menyebabkan kerugian pendapatan pajak negara sebesar 67 juta baht (Rp35,6 miliar). Selain kerugian finansial langsung, para pelaku terancam denda pajak yang diprediksi melampaui angka 1 miliar baht (Rp532,4 miliar). Tindakan tegas ini diambil untuk memberikan efek jera bagi pelaku industri gelap yang selama ini meremehkan hukum dan merugikan pendapatan daerah maupun nasional.

Berdasarkan data otoritas setempat, peredaran rokok ilegal di Provinsi Songkhla telah mencapai tahap mengkhawatirkan dengan persentase sebesar 90,1 persen di pasar lokal. Kondisi ini merusak struktur harga pasar dan merugikan pedagang resmi yang mematuhi aturan cukai. Selain itu, maraknya produk ilegal ini melemahkan upaya pemerintah dalam mengontrol konsumsi tembakau melalui instrumen kebijakan fiskal.

Pemerintah turut menyoroti risiko kesehatan masyarakat karena rokok selundupan tidak melalui uji laboratorium resmi dan sering mengandung zat tambahan berbahaya. Selain itu, harga yang sangat murah menjadikan produk ini mudah diakses oleh kelompok usia remaja dan anak-anak.

"Jika rokok ini lolos, produk ilegal tersebut dapat tersebar ke seluruh negeri dan akan menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat," ujar Anutin Charnvirakul, dilansir The Straits Times.

Otoritas juga mewaspadai adanya tren pencampuran zat narkotika dalam produk tembakau ilegal dan rokok elektrik yang dapat menyebabkan kerusakan organ permanen. Saat ini, Kepala Departemen Administrasi Provinsi tengah memetakan wilayah distribusi di luar Songkhla untuk perlindungan jangka panjang warga Thailand. Pemerintah pun mengimbau dukungan publik untuk melaporkan gudang rahasia guna menekan permintaan pasar yang menghidupi jaringan penyelundup.

3. Thailand perkuat teknologi dan kerja sama digital untuk berantas sindikat rokok ilegal

Seluruh tersangka dan barang bukti dalam kasus penyelundupan rokok di Hat Yai kini telah diserahkan ke kepolisian wilayah Songkhla untuk menjalani proses hukum yang transparan. Pemerintah Thailand menegaskan dukungan penuh kepada petugas lapangan agar tetap berani menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang mencoba melindungi sindikat tersebut. Meskipun masa jabatan pemerintah saat ini segera berakhir, Anutin Charnvirakul memastikan bahwa intensitas penegakan hukum dan ketertiban umum tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.

Strategi pengawasan ke depan akan mengandalkan integrasi data intelijen dan teknologi pemantauan perbatasan yang lebih canggih guna menutup jalur tikus di perbatasan negara. Selain pengawasan fisik, otoritas akan meningkatkan kerja sama dengan platform digital untuk menekan penjualan rokok ilegal melalui media sosial dan jasa pengiriman pribadi. Langkah ini merupakan respons terhadap taktik sindikat yang mulai beralih ke pemasaran daring guna menghindari patroli petugas di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam rantai perdagangan ini karena konsekuensi hukum berupa penjara dan denda yang sangat berat.

"Jangan takut pada pengaruh orang-orang di balik kejahatan tersebut, setiap penangkapan akan memperlemah jaringan kriminal dan membantu membangun kepercayaan masyarakat," ujar Anutin Charnvirakul, dilansir National Thailand.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

SBY Ajak Perkuat Dialog dan Kolaborasi untuk Dukung Pemerintahan Prabowo

08 Feb 2026, 00:02 WIBNews