Jakarta, IDN Times - Pihak berwenang Libya melaporkan sedikitnya 17 migran tewas setelah perahu yang mereka tumpangi rusak dan terombang-ambing selama 8 hari di Laut Mediterania. Sembilan orang lainnya yang hilang juga diperkirakan tewas
Dilansir dari The Straits Times, Bulan Sabit Merah Libya mengatakan bahwa para relawan, bekerja sama dengan angkatan laut dan penjaga pantai Tentara Nasional Libya, berhasil menyelamatkan tujuh orang dalam operasi pencarian dan penyelamatan di kota Tobruk di Libya timur, dekat perbatasan dengan Mesir. Pejabat keamanan mengatakan bahwa jenazah sembilan migran yang hilang kemungkinan akan terdampar di pantai dalam beberapa hari ke depan.
Dalam foto yang diunggah oleh Bulan Sabit Merah, tampak para relawan memasukkan jenazah ke dalam kantong plastik hitam dan menempatkannya di bagian belakang kendaraan pick-up.
