Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jumlah Imigran di Uni Eropa Naik Hingga 60 Persen

Jumlah Imigran di Uni Eropa Naik Hingga 60 Persen
ilustrasi bendera Uni Eropa (pexels.com/Dušan Cvetanović)
Intinya Sih
  • Populasi imigran di Uni Eropa mencapai rekor 64,2 juta orang pada 2025, naik sekitar 60 persen dibandingkan 2010 menurut laporan CReAM, Eurostat, dan UNHCR.
  • Jerman menjadi tujuan utama dengan hampir 18 juta imigran atau 21,2 persen dari populasinya, sementara Prancis dan Spanyol juga mencatat peningkatan signifikan.
  • Permohonan suaka di UE turun 26,6 persen pada 2025 menjadi sekitar 669 ribu kasus, dengan Jerman menampung pengungsi terbanyak yakni sekitar 2,7 juta orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Populasi kelahiran luar negeri yang tinggal di Uni Eropa (UE) mencapai titik tertinggi baru sebanyak 64,2 juta orang pada 2025. Data yang dirilis pada Rabu (22/4/2026) ini mencatat kenaikan sekitar 2,1 juta dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan laporan Pusat Penelitian dan Analisis Migrasi (CReAM) di Berlin, serta statistik dari Kantor Statistik Uni Eropa (Eurostat) dan Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR).

Kenaikan ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 60 persen dalam 15 tahun terakhir, mengingat jumlah imigran pada 2010 berada di kisaran 40 juta orang. Yayasan Rockwool sebagai lembaga riset mendefinisikan imigran sebagai individu yang menetap di negara berbeda dari tempat asalnya.

“Uni Eropa adalah rumah bagi rekor jumlah penduduk kelahiran luar negeri, mencapai sekitar 64 juta pada tahun 2025,” menurut laporan Rockwool, dikutip Bernama.

1. Jerman jadi tujuan utama imigran

Bendera Jerman (pexels.com/Ingo Joseph)
Bendera Jerman (pexels.com/Ingo Joseph)

Jerman tetap menjadi negara dengan jumlah imigran terbesar di UE, dengan hampir 18 juta penduduk kelahiran luar negeri yang tinggal di sana berdasarkan data Kamis (23/4/2026). Jumlah ini meningkat tajam dari sekitar 10 juta pada 2010, yang berarti terjadi lonjakan sekitar 70 persen dalam periode 15 tahun.

Dilansir DW, sebanyak 21,2 persen populasi Jerman saat ini terdiri dari imigran, dengan 72 persen berada dalam kelompok usia kerja. Walau bertambah sekitar 300 ribu orang dari 2024 ke 2025, laju pertumbuhan Jerman sebesar 1,7 persen masih berada di bawah setengah dari rata-rata UE yang mencapai 3,4 persen.

Selain itu, Prancis dan Spanyol juga mencatat peningkatan jumlah imigran secara konsisten. Prancis menampung sekitar 9,6 juta orang, sementara Spanyol mencapai 9,5 juta setelah bertambah 700 ribu orang pada 2024, atau setara kenaikan 8 persen yang mencapai dua kali lipat rata-rata UE.

2. Negara kecil UE catat persentase imigran tinggi

ilustrasi warga kota
ilustrasi warga kota (pexels.com/lange x)

Walau Jerman memimpin dari sisi jumlah absolut, sejumlah negara UE dengan ukuran lebih kecil justru memiliki proporsi penduduk asing yang lebih besar dibandingkan total populasinya. Luksemburg berada di posisi teratas dengan sekitar 52 persen penduduknya merupakan imigran, jauh di atas rata-rata UE yang berada di kisaran 14 persen.

Setelah itu, Malta mencatat proporsi imigran sebesar 32 persen, disusul Siprus dengan 28 persen. Irlandia dan Austria juga menunjukkan angka signifikan, masing-masing sekitar 23 persen dari total populasi.

Di sisi lain, kawasan Eropa Timur menunjukkan angka yang lebih rendah. Lithuania, Hungaria, dan Rumania memiliki proporsi imigran di bawah 10 persen, sedangkan Slovakia, Bulgaria, dan Polandia berada di level paling rendah dengan angka tak mencapai 5 persen.

3. Permohonan suaka UE turun pada 2025

Bendera Uni Eropa (pexels.com/Marco)
Bendera Uni Eropa (pexels.com/Marco)

Jumlah permohonan suaka di UE tercatat sebanyak 669.365 pada 2025, atau menurun 26,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski terjadi penurunan, empat negara yakni Spanyol, Italia, Prancis, dan Jerman tetap menerima hampir tiga perempat dari total permohonan tersebut.

Dalam hal jumlah pengungsi, Jerman menampung sekitar 2,7 juta orang, menjadi yang terbesar di UE. Polandia berada di posisi berikutnya dengan sekitar 1 juta pengungsi, sementara Prancis menampung 751.000 orang, Spanyol 471 ribu orang, dan Republik Ceko 381 ribu orang.

Jika dilihat dari perbandingan terhadap jumlah penduduk, Siprus memiliki rasio pengungsi tertinggi yakni 4,8 persen. Republik Ceko mencatat 3,5 persen, Jerman 3,2 persen, sedangkan Italia menjadi negara dengan rasio terendah, yakni tak lebih dari 0,5 persen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More