Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbaiki Hubungan, Chile Tugaskan Lagi Duta Besar di Israel
potret bendera Chile (unsplash.com/Thomas Griggs)
  • Pemerintah Chile akan kembali menempatkan duta besarnya di Tel Aviv setelah dua tahun kosong, sebagai langkah memperbaiki hubungan diplomatik dengan Israel pasca pertemuan Presiden Kast dan Herzog.
  • Sebelumnya, Chile menarik dubesnya dari Israel pada Oktober 2023 sebagai protes atas invasi Gaza yang dinilai melanggar hukum humaniter internasional dan menyerang warga sipil Palestina.
  • Hubungan kedua negara mulai membaik sejak Jose Antonio Kast menjabat Presiden Chile pada Desember 2025, dengan arah kebijakan luar negeri yang lebih terbuka terhadap kerja sama dengan Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Chile akan kembali memulangkan duta besarnya (dubes) ke Israel dalam waktu beberapa minggu ke depan. Ini merupakan kali pertama Chile menaruh duta besarnya di Tel Aviv setelah kosong selama lebih dari dua tahun sejak akhir 2023.

Keputusan ini diambil usai Presiden Chile, Jose Antonio Kast dan Presiden Israel, Isaac Herzog bertemu di Kosta Rika pada Kamis (7/5/2026) lalu. Dalam pernyataannya pada Jumat (8/5/2026), Kast mengatakan, langkah ini merupakan upaya Chile untuk memperbaiki hubungan dengan Israel yang renggang sejak Oktober 2023.    

1. Chile ingin meningkatkan kerja sama dengan Israel

ilustrasi kerja sama (pexels.com/cottonbro studio)

Dalam kesempatan lain, Herzog mengatakan, Chile ingin meningkatkan kerja sama dengan Israel di berbagai bidang. Beberapa di antaranya, seperti di bidang pertanian, kesehatan, teknologi, kecerdasan buatan, dan keamanan. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Chile mau memulangkan dubesnya ke Tel Aviv. 

“Kami membahas peluang penting untuk memulihkan hubungan Israel-Chile ke tingkat kejayaannya demi kepentingan kedua negara kita,” tulis Herzog dalam sebuah unggahan di X, seperti dilansir Times of Israel

Keputusan Chile untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel ini menuai kecaman dari banyak media yang ada di sana. Mereka menyebut keputusan itu merupakan dukungan pemerintah terhadap genosida di Gaza.

2. Chile menarik duta besar dari Tel Aviv karena Israel menginvasi Gaza

potret serangan Israel di Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Chile sendiri menarik duta besarnya dari Tel Aviv karena Israel menginvasi Gaza pada 7 Oktober 2023. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes Chile terhadap Israel yang telah menyerang warga sipil di Gaza, Palestina, secara membabi buta. 

Kala itu, Chile menyebut serangan Israel di Gaza tidak dapat diterima dan telah melanggar hukum humaniter internasional. Bahkan, Chile menyebut Israel telah melakukan kejahatan perang karena telah menyerang warga sipil yang tidak bersalah. 

3. Hubungan Chile dan Israel sempat makin panas pada 2024

potret bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

Setelah 2023, hubungan Chile dan Israel sempat makin panas pada 2024. Kala itu, Chile memutuskan untuk mengeluarkan perusahaan-perusahaan Israel dari Pameran Dirgantara Internasional (FIDAE), pameran kedirgantaraan terbesar di Amerika Latin. Hal ini karena Chile saat itu masih menaruh amarah atas serangan Israel di Gaza pada tahun sebelumnya. 

Namun, sejak Kast terpilih menjadi Presiden Chile pada Desember 2025, hubungan Santiago dan Tel Aviv berangsur pulih. Chile mulai sering melakukan komunikasi dengan Israel untuk memperbaiki hubungan.

Menurut sejumlah pengamat, peristiwa ini menunjukkan bahwa orientasi kebijakan luar negeri Kast berbeda dengan Presiden Chile sebelumnya, Gabriel Boric. Sebagai presiden, Kast cenderung lebih pro-Israel daripada Boric. Padahal, Chile terkenal selalu berada di pihak Palestina. Terlebih, Chile juga merupakan negara dengan jumlah populasi Palestina terbesar di dunia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team