Perdana Menteri India Narendra Modi saat mengunjungi mausoleum Sheikh Mujibur Rahman, presiden pertama Bangladesh, pada 27 Maret 2021. (Facebook.com/Narendra Modi)
Modi membuat janji sebagai salah satu dari lima komitmen negaranya. Komitmen lainnya termasuk membuat India untuk mendapatkan 50 persen energi dari sumber daya terbarukan pada 2030, dan pada tahun yang sama untuk mengurangi total emisi karbon yang diproyeksikan sebesar satu miliar ton.
Meski target nol bersih 2070 mungkin mengecewakan para aktivis dan pakar di Glasgow, Modi tampaknya telah membuat orang-orang di negaranya terkesan.
India telah “jelas menempatkan bola di pengadilan negara maju dengan mengumumkan 500 gigawatt (GW) kapasitas listrik non-fosil, setengah energi dari energi terbarukan, pengurangan emisi sebesar satu miliar ton dan intensitas emisi PDB sebesar 45 persen pada tahun 2030,” jelas Arunabha Ghosh, Chief Executive Officer Dewan Energi, Lingkungan dan Air.
“Ini adalah aksi iklim yang nyata. Sekarang India menuntut 1 triliun dolar AS dalam pendanaan iklim sesegera mungkin dan akan memantau tidak hanya aksi iklim, tetapi juga pendanaan iklim,” tambah Ghosh.