Jakarta, IDN Times - Peter Magyar, pemimpin partai oposisi Tisza yang berhaluan tengah-kanan dan pro-Uni Eropa, berhasil mengakhiri kekuasaan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban yang telah berlangsung selama 16 tahun, setelah memenangkan pemilihan parlemen Hungaria, Minggu (12/4/2026), dengan selisih suara yang sangat besar.
Dengan 97,35 persen suara masuk, partai Tisza pimpinan Magyar berhasil meraih 138 kursi dari total 199 kursi parlemen dengan perolehan 53,6 persen suara. Sementara, partai Fidesz milik Orban hanya meraih 55 kursi dengan 37,8 persen suara.
Orban sendiri mengakui kekalahannya pada malam pemilihan dan menyampaikan ucapan selamat kepada Magyar. Magyar kemudian memposting di media sosial, Orban baru saja menelepon untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya.
Tingkat partisipasi pemilih melampaui 77 persen pada pukul 18.30 waktu setempat, menjadi rekor dalam sejarah pemilu Hungaria pascakomunis. Kemenangan Magyar ini pun disambut antusias oleh para pendukungnya yang memenuhi tepian Sungai Danube di Budapest.
