Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Orban mendeklarasikan Ukraina sebagai musuh negara

  • Hungaria menolak hubungan ekonomi dan militer dengan Ukraina

  • Oposisi Hungaria akan perbaiki relasi dengan Polandia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban mendeklarasikan Ukraina sebagai musuh negara. Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan Uni Eropa (UE) memblokir impor minyak dari Rusia.

 “Ukraina menginginkan Uni Eropa menunda impor energi murah dari Rusia. Siapapun yang melakukan ini adalah musuh dari Hungaria. Maka, Ukraina adalah musuh kami,” terangnya, dikutip dari The Kyiv Independent, Minggu (8/2/2026).

Sebelumnya, Orban menuding Ukraina berupaya mengintervensi pemilihan umum parlemen di Hungaria. Ia pun mengancam akan menolak aksesi Ukraina menjadi anggota UE hingga 100 tahun ke depan. 

1. Orban tolak hubungan ekonomi dan militer dengan Ukraina

Pada saat yang sama, Orban mengungkapkan bahwa Hungaria tidak ingin memiliki hubungan ekonomi dan militer dengan Ukraina. Menurutnya, Ukraina terus berupaya menyeret negara-negara Eropa ke dalam peperangan di negara tersebut. 

Meskipun demikian, Orban menyebut, Hungaria memang sebaiknya menjalin kerja sama dengan Ukraina sebagai tetangga. Namun, ia menolak keras masuknya Ukraina dalam anggota UE. 

Pernyataan ini disampaikan menjelang digelarnya pemilu parlemen di Hungaria pada April 2026. Diketahui elektabilitas Orban dalam survei terbaru kian tergerus seiring semakin populernya pemimpin oposisi Peter Magyar. 

2. Hungaria tolak wajib militer kepada warganya di Ukraina

Pekan lalu, Orban menyebut akan mengusir petugas Ukraina yang terlibat dalam pemanggilan wajib militer paksa. Sebab, wajib militer itu telah mengakibatkan seorang warga Hungaria tewas. 

“Pemerintah memutuskan siapapun yang terlibat dalam konskripsi militer paksa, terutama warga Ukraina, akan secara langsung diusir dari teritori Hungaria,” tuturnya, dilansir TRT World.

Insiden ini semakin memperburuk hubungan Hungaria dan Ukraina dalam sebulan terakhir. Keduanya juga sudah memanggil duta besar terkait tudingan intervensi pemilu dan pernyataan anti-Ukraina. 

3. Oposisi Hungaria akan perbaiki relasi dengan Polandia

Selain bersitegang dengan Ukraina, Hungaria juga terlibat ketegangan dengan Polandia. Sebab, Hungaria bersedia memberikan suaka politik kepada sejumlah eks politikus Polandia yang terlibat skandal korupsi. 

Oposisi Hungaria, Pemimpin Partai Tisza, Peter Magyar mengungkapkan rencananya untuk mengembalikan hubungan baik dengan Polandia. Selain itu, ia akan berupaya mengurangi ketergantungan Hungaria pada sumber energi Rusia. 

“Kami harus mengembalikan hubungan baik antara Hungaria dan Polandia, serta melakukan diplomasi yang profesional dan penuh tanggung jawab,” ungkap Magyar, dikutip dari TVP World. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team