Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Estonia Larang Masuk 1.073 Tentara Rusia yang Berperang di Ukraina

Ilustrasi bendera Estonia. (unsplash.com/@stanislau93)
Ilustrasi bendera Estonia. (unsplash.com/@stanislau93)
Intinya sih...
  • Larangan masuk 1.073 tentara Rusia ke Zona Schengen karena kejahatan dan pelanggaran HAM di Ukraina.
  • Warga negara Rusia harus tanggung dampak agresi, Estonia akan tutup dua perbatasan Rusia pada malam hari.
  • Estonia larang warga Rusia dan Belarus membeli properti, hanya izin tinggal permanen yang diperbolehkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Estonia, Igor Taro mengumumkan larangan masuk 1.073 tentara Rusia yang berperang di Ukraina masuk ke Zona Schengen. Sebab, ribuan tentara Rusia itu sudah melakukan kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Ukraina. 

“Agresi militer Rusia ke Ukraina adalah salah satu kejahatan kemanusiaan terburuk. Tentara Rusia yang berperang di Ukraina telah membunuh, menghancurkan, melecehkan, dan menjarah. Penutupan perbatasan Schengen bagi mereka penting untuk keamanan semuanya,” ujarnya, dikutip dari ERR, Sabtu (7/2/2026).

Pada Desember, Estonia berencana menutup perbatasan Rusia. Rencana itu dalam menanggapi dugaan masuknya tentara penjaga perbatasan Rusia secara ilegal ke dalam teritori Estonia. 

1. Sebut dampak agresi harus ditanggung oleh warga negara Rusia

Taro mengungkapkan bahwa larangan masuk ini sebagai ganjaran atas invasi Rusia ke Ukraina. Menurutnya, warga negara agresor harus membayar apa yang telah dilakukannya. 

“Uni Eropa (UE) sudah menetapkan sanksi ekonomi dan politik ke Rusia. Namun, ini bukan hanya perang yang dilakukan Kremlin, ribuan warga Rusia juga ikut berperang melawan Ukraina. Perang ini juga harus dibayar oleh mereka semua,” ungkapnya. 

Ia menyebut, tidak boleh ada individu yang pernah membunuh orang dan kemudian bebas tanpa hukuman. Terlebih mereka berniat untuk masuk dan menetap dengan tenang di negara-negara UE. 

2. Estonia akan tutup dua perbatasan Rusia pada malam hari

Pada saat yang sama, Estonia berencana menutup dua pintu perbatasan Rusia pada malam hari mulai 24 Februari 2026. Penutupan itu menandai peringatan dimulainya invasi Rusia ke Ukraina yang memasuki tahun keempat. 

Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal menyebut, keputusan ini akan membuat Estonia dapat mengumpulkan sumber daya untuk meningkatkan pengamanan. Dengan ini, Estonia dapat mengerahkan sumber daya ke seluruh garis perbatasan Rusia. 

“Dalam 3 bulan yang dimulai sejak 24 Februari, kami akan mengurangi jam buka di pintu perbatasan Rusia. Penutupan pada malam hari ini sebagai respons untuk mengawasi perbatasan lainnya,” katanya, dikutip dari TVP World.

3. Estonia larang warga Rusia dan Belarus membeli properti

Pada akhir Januari, Estonia akan melarang wega Rusia dan Belarus membeli properti di negaranya. Namun, warga kedua negara dengan status izin tinggal permanen di Estonia masih diperbolehkan untuk membeli properti. 

Sejak 2022, hanya sedikit warga Rusia dan Belarus yang memperoleh izin tinggal permanen. Sebab, Estonia sudah mempersulit persyaratannya dengan mewajibkan dapat berbicara bahasa Estonia level B1 dan menetap di negara Baltik itu selama 5 tahun. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

SBY Ajak Perkuat Dialog dan Kolaborasi untuk Dukung Pemerintahan Prabowo

08 Feb 2026, 00:02 WIBNews