Dua Bandara Polandia Ditutup, Ada Serangan Rusia ke Ukraina!
- Polandia tutup Bandara Rzeszow dan Lublin guna amankan operasi militer NATO
- Militer Polandia siagakan jet tempur dan sistem radar di perbatasan Ukraina
- Rusia serang infrastruktur energi Ukraina yang memicu pemadaman listrik massal
Jakarta, IDN Times - Otoritas penerbangan Polandia resmi menangguhkan operasional Bandara Rzeszow-Jasionka dan Bandara Lublin, pada Sabtu (7/2/2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas militer, menyusul serangan udara besar-besaran pasukan Rusia terhadap berbagai target di Ukraina yang berdekatan dengan wilayah udara Polandia.
Penutupan sementara ini bertujuan menjamin keamanan navigasi serta memberikan ruang gerak bagi operasi pesawat militer Polandia dan aliansi NATO. Meski mengganggu jadwal penerbangan sipil, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan kedaulatan negara adalah hal yang paling mendesak.
1. Polandia tutup Bandara Rzeszow dan Lublin guna amankan operasi militer NATO
Lembaga Layanan Navigasi Udara Polandia (PANSA) resmi menghentikan seluruh aktivitas penerbangan komersial di Bandara Rzeszow dan Lublin. Langkah darurat ini diambil untuk mensterilkan koridor udara bagi jet tempur dan pesawat pengintai NATO, menyusul serangan rudal serta drone Rusia ke wilayah Ukraina bagian barat. Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat turut mengonfirmasi bahwa wilayah udara tersebut ditutup sementara demi kepentingan keamanan nasional anggota aliansi.
Melalui unggahan di platform X, PANSA menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan kelancaran pergerakan armada militer di perbatasan.
"Sehubungan dengan kebutuhan untuk memastikan kemungkinan operasi bagi penerbangan militer, bandara di Rzeszow dan Lublin untuk sementara waktu menangguhkan operasional penerbangan," menurut pernyataan PANSA, dilansir The Straits Times.
Mengingat posisi strategis Rzeszow sebagai pusat logistik NATO, sistem pertahanan udara Patriot disiagakan penuh hingga situasi dinyatakan aman bagi penerbangan sipil untuk beroperasi kembali.
2. Militer Polandia siagakan jet tempur dan sistem radar di perbatasan Ukraina
Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia mengerahkan jet tempur nasional dan sekutu serta mengaktifkan sistem radar pengintai, sebagai respons defensif terhadap serangan udara Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Langkah preventif ini melibatkan pesawat peringatan dini (AWACS), untuk memantau lintasan rudal jelajah guna mencegah pelanggaran kedaulatan wilayah udara Polandia. Aktivitas militer intensif di wilayah tenggara tersebut difokuskan untuk mengamankan zona perbatasan dari ancaman proyektil nyasar maupun provokasi udara.
"Operasi ini bersifat preventif dan bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan wilayah udara, terutama di daerah yang berdekatan dengan wilayah yang terancam," ujar pihak militer Polandia, dilansir Al Arabiya English.
Juru bicara militer, Ewa Złotnicka, menegaskan bahwa pesawat militer sedang melakukan operasi rutin dan tidak ada ancaman langsung yang terdeteksi. Peningkatan patroli jet tempur F-16 dan F-35 ini sekaligus memperkuat pertahanan sayap timur NATO setelah maraknya insiden drone serta balon pengintai pada awal tahun 2026.
3. Rusia serang infrastruktur energi Ukraina yang memicu pemadaman listrik massal
Rusia meluncurkan serangan udara masif pada Sabtu (7/2/2026), yang mengakibatkan kerusakan parah pada jaringan energi nasional Ukraina. Serangan yang melibatkan sekitar 200 drone serta rudal jelajah Kalibr dan proyektil hipersonik ini menyasar fasilitas penting seperti Pembangkit Listrik Tenaga Termal (PLTT) Burshtyn dan Dobrotvir di wilayah barat. Operasi militer yang sengaja dilakukan di tengah suhu ekstrem tersebut menyebabkan pemadaman listrik darurat di sebagian besar wilayah guna mencegah keruntuhan total pada sistem transmisi nasional.
Menanggapi krisis tersebut, Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal, menyatakan bahwa musuh secara sistematis menargetkan fasilitas vital untuk melumpuhkan layanan publik.
"Rusia sedang melakukan serangan masif lainnya terhadap fasilitas jaringan listrik Ukraina. Karena kerusakan yang disebabkan oleh musuh, pemadaman darurat telah diterapkan di sebagian besar wilayah," ujar Shmyhal.


















