Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PM Spanyol Dukung Boikot Eurovision atas Partisipasi Israel
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • PM Spanyol Pedro Sanchez menegaskan boikot Eurovision 2026 sebagai sikap moral terhadap partisipasi Israel, menyebut diam atas perang di Gaza dan Lebanon bukan pilihan.
  • Menteri Budaya Ernest Urtasun menuduh EBU melakukan whitewashing kejahatan Israel dan menuntut perlakuan setara seperti larangan Rusia usai invasi Ukraina.
  • Stasiun TV publik di Spanyol, Irlandia, dan Slovenia sepakat tidak menayangkan final Eurovision ke-70 sebagai bentuk protes, sementara EBU tetap membela partisipasi Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan bahwa Spanyol memboikot Eurovision tahun ini imbas partisipasi Israel. Menurutnya, keputusan tersebut membuat Spanyol berada di sisi yang benar dalam sejarah. 

“Dalam menghadapi perang ilegal dan genosida, diam bukanlah opsi. Kami tidak dapat membiarkan apa yang terjadi di Gaza dan Lebanon terus berlanjut. Tahun ini akan berbeda. Kami tidak akan hadir di Wina dan berada di sisi sejarah yang benar,” tuturnya, dikutip dari RTE, Sabtu (16/5/2026). 

Spanyol selama ini menjadi negara Barat yang menentang agresi Israel di Gaza dan Lebanon. Spanyol juga melarang Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalannya untuk menyerang Iran. 

1. Sebut Eurovision sebagai alat whitewashing kejahatan Israel

potret bendera Israel (unsplash.com/Marek Studzinski)

Menteri Budaya Spanyol, Ernest Urtasun menuding penyelenggara Eurovision sengaja menghapus kejahatan perang Israel di Gaza. Ia mengecam European Broadcasting Union (EBU) yang memperbolehkan Israel ikut dalam Eurovision. 

“Keputusan ini menurut saya salah. Ini adalah keputusan dari EBU yang memperbolehkan Israel ikut serta. Keputusan ini sudah salah sejak awal,” ungkapnya, dilansir Euronews.

Sementara, Sanchez juga memprotes atas keputusan Rusia dilarang ikut dalam Eurovision usai menginvasi Ukraina. Menurutnya, kebijakan yang sama juga harus diberikan kepada Israel dan tidak boleh ada standar ganda. 

2. Spanyol, Irlandia, dan Slovenia tidak tayangkan final Eurovision

Eurovision

Dilansir Deutsche Welle, pekan ini, stasiun televisi publik di Spanyol, Irlandia, dan Slovenia memutuskan tidak akan menayangkan final Eurovision ke-70 tahun ini. Langkah ini sebagai boikot atas keikutsertaan Israel usai perang di Gaza. 

Pada tahun lalu, terdapat lima negara yang memboikot Eurovision, yakni Spanyol, Irlandia, Slovenia, Belanda, dan Islandia. Namun, Islandia dan Belanda memutuskan untuk tetap menyiarkan kontes menyanyi di Eropa tersebut meskipun tidak ikut serta. 

3. EBU bela partisipasi Israel dalam Eurovision

Eurovision Song Contes: The Story of Fire Saga (dok. Netflix/Eurovision Song Contes: The Story of Fire Saga)

EBU sudah mendukung keikutsertaan Israel dalam Eurovision dan langkah tersebut menimbulkan kritik keras dari sejumlah pihak. Namun, EBU berdalih bahwa Eurovision adalah kompetisi menyanyi bukan ajang dari pemerintahan. 

Sementara itu, Urtasun mengatakan Spanyol bersedia ikut serta kembali dalam Eurovision, tapi dengan syarat. Menurutnya, acara budaya seperti Eurovision tidak boleh digunakan untuk menghapus kejahatan yang akan menimbulkan bahaya besar. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team